Umum

DLH Sumbawa Barat Ajak Lurah Taliwang Studi Komparasi Pengelolaan Sampah ke Desa Adat Panglipuran

256
×

DLH Sumbawa Barat Ajak Lurah Taliwang Studi Komparasi Pengelolaan Sampah ke Desa Adat Panglipuran

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id– Dalam upaya meningkatkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar kegiatan studi komparasi ke Desa Adat Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

Kegiatan ini melibatkan seluruh lurah dari Kecamatan Taliwang, dengan tujuan mempelajari langsung praktik terbaik dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

iklan

Kepala DLH Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., M.M.Inov., memimpin langsung rombongan dalam kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Desa Panglipuran dipilih sebagai lokasi studi karena dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia, berkat sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan nilai-nilai adat dan budaya lokal.

“Kami ingin para lurah menyaksikan secara langsung tata kelola lingkungan di Panglipuran, agar dapat menjadi inspirasi dalam menerapkan sistem serupa yang disesuaikan dengan kondisi kelurahan masing-masing di Taliwang,” ujar Nur Rahmadin, (28/07/2025).

Dalam kunjungan tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk melihat proses pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, praktik pengomposan, serta pemanfaatan kembali sampah organik dan anorganik. Rombongan juga berdiskusi dengan perangkat Desa Panglipuran mengenai strategi pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Nur Rahmadin menekankan bahwa pengelolaan sampah yang efektif tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi memerlukan partisipasi aktif dan kesadaran kolektif masyarakat. DLH pun berkomitmen untuk memberikan pendampingan dalam perencanaan dan pelaksanaan sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi di tiap kelurahan.

“Dengan bekal pengalaman ini, kami berharap para lurah mampu merumuskan langkah konkret yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayahnya masing-masing,” tambahnya.

DLH Sumbawa Barat juga menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga rumah tangga. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, program edukasi lingkungan akan digencarkan sebagai bagian dari strategi memperkuat kesadaran warga.

Sebagai informasi, Desa Adat Panglipuran telah meraih berbagai penghargaan internasional atas komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Desa ini masuk dalam daftar desa terbersih di dunia versi Green Destinations Foundation.

Melalui kegiatan studi komparasi ini, DLH berharap dapat mempercepat penerapan sistem sanitary landfill yang ramah lingkungan di Kabupaten Sumbawa Barat serta menumbuhkan budaya bersih dan berkelanjutan di masyarakat. (02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *