Sumbawa, Bintangtv.id — Satu unit rumah panggung milik warga di Desa Lantung Padesa, Kecamatan Lantung, mengalami kebakaran pada Rabu (13/11/2024).
“Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.05 WITA dan berlangsung hingga pukul 17.10 WITA. Selain menghanguskan rumah panggung, api juga menyebabkan kerusakan pada satu rumah permanen yang berada di dekatnya,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin.
Ia menjelaskan bahwa untuk pemadaman kebakaran tersebut melibatkan petugas Damkar Kabupaten Sumbawa, Camat Lantung, Kades Lantung serta masyarakat setempat. Mereka bersama-sama berupaya untuk memadamkan api dengan menggunakan berbagai peralatan, termasuk satu unit mobil fire truck.
Menurutnya, pukul 15.05 WITA petugas Damkar menerima laporan dari warga setempat. Pasukan Damkar Kabupaten Sumbawa segera bergerak menuju lokasi.
“Pada pukul 15.25 WITA, api sudah terkendali berkat bantuan warga yang bergotong royong,” kata kadis.
Kondisi terbatasnya sumber air membuat masyarakat harus mengambil air dari Lantung Sepukur, yang menyebabkan api sulit dikendalikan dan merambat dengan cepat.
Akibat kebakaran ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta, yang mencakup bangunan rumah panggung yang terbakar habis, sekitar 40 karung gabah, serta kerusakan pada bagian pintu dan jendela rumah permanen yang terdampak.
“Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” imbuh H. Sahabuddin.
Kadis Damkar Sumbawa, H. Sahabuddin, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bergerak cepat membantu pemadaman sehingga api dapat dikendalikan dengan aman dan lancar.
Ia juga mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal mereka.
Ia mempertimbangkan pembukaan zona pemadam kebakaran di daerah Lantung-Ropang untuk mempercepat respon pemadaman, mengingat kondisi jalan yang cukup jauh dari markas Damkar di Kabupaten Sumbawa.
“Kerja sama masyarakat sangat penting, dan kami mengimbau seluruh warga untuk lebih memperhatikan faktor keamanan guna mencegah kebakaran,” ujar H. Sahabuddin. (01)












