Umum

DKP Sumbawa Gelar Temu Lapang Teknis Budidaya Udang untuk Pemberdayaan Nelayan

269
×

DKP Sumbawa Gelar Temu Lapang Teknis Budidaya Udang untuk Pemberdayaan Nelayan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa terus melakukan edukasi dan pemberdayaan kepada kelompok nelayan budidaya di daerah ini.

 

iklan

Setelah di Dusun Prajak Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, DKP Sumbawa kembali menggelar Temu Lapang Teknis Budidaya Udang  di Dusun Rapang, Desa Motong, Kecamatan Utan.

 

Kades Motong, Abdul Wahab, A.Md, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

“Semoga ini berkelanjutan untuk menabah pengetahuan masyarakat nelayan disini,” katanya.

 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, melalui Sekretaris DKP Sumbawa, Zulkifli,S.Pi, M.Si, Kamis (02/11/2023)  mengatakan, kegiatan temu lapang ini adalah wujud keterlibatan pemerintah dalam rangka pembinaan kelompok agar bantuan bisa dimanfaatkan secara optimal.

 

Menurutnya, bantuan dari pemerintah bersifat stimulus sehingga masyarakat diminta keseriusannya dalam mengelola bantuan yang diberikan agar berhasil dan kalau bisa berkembang terus.

 

“Pembudidaya diharapkan tidak memandang bantuan itu dengan setengah hati dan dikelola setengah hati juga,” ungkap Zulkifli.

 

Ia juga berharap peran aktif dari peserta untuk sharing informasi dalam temu lapang kali ini, termasuk kendala yang dihadapi untuk dicarikan solusinya.

“Olah lahan sebelum memulai budidaya udang wajib hukumnya karena jika tidak melakukan pengolahan lahan sama dengan mempersiapkan kegagalan,” ujarnya.

 

Begitu juga soal sirkulasi air kolam tambak, dimana  inlet (air masuk) dan outlet (air keluar) dalam tambak harus dipisah.

 

Selain itu, keberadaan tandon sangat penting untuk pengolahan air sebelum masuk ke petak budidaya.

 

“Perlu diperhatikan bahwa pemberian pakan diberikan 3%-5% dari bobot udang yang ditebar dan setelah panen, pengeringan harus maksimal,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *