Sumbawa, Bintangtv.id- Untuk pertama kali di Kabupaten Sumbawa, rapat penyusunan RKPDes melibatkan masyarakat berkebutuhan khusus yakni kaum difabel dan lansia digelar oleh Pemdes Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu. Senin (31/07/2023)
Musyawarah khusus penyusunan RKPDes 2024 ini dihadiri oleh Camat Moyo Hulu Ir Nawawi dan mewakili Kadis DPMD, Muhlis Donpasanow, Koordinator dan Pengurus Sekolah Lapang Program P3PD Kementerian Desa.
Ahmad HMS, salah seorang penyandang disabilitas mengusulkan kursi roda, jalan khusus masuk ke masjid serta WC khusus di fasilitas umum.
“Saya mohon pak kades agar bisa membuat tangga khusus masuk masjid serta WC duduk agar bisa kami gunakan,” katanya.
Satriadi Putra, penyandang disabilitas lainnya meminta atau mengusulkan agar ada bantuan tongkat dan alat pendengaran.
“Kami minta bantuan tongkat dan alat alat pendengaran buat kami,” katanya.
Selain itu, Fasilitas umum ramah disabilitas juga harus menjadi perhatian pemdes. “Kalau bisa tolong siapkan lokasi khusus untuk senam lansia,” ungkapnya.
Selain itu, penyandang disabilitas juga meminta bantuan modal usaha agar ada kegiatan selama berada di rumah.
“Kita juga mengusulkan berobat gratis, dana tunai khusus disabilitas dan Alquran khusus tuna netra,” imbuhnya.
Menanggapi usulan masyarakat penyandang disabilitas dan lansia dalam musyawarah khusus ini, Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat, menjelaskan tujuan dari pelaksanaan kegiatan musyawarah khusus kelompok disabilitas dan lansia ini dalam rangka musyawarah untuk perencanaan pembangunan desa dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintahan Desa pada tahun 2024.
“Jadi musyawarah khusus kita lakukan di Desa Batu Tering, karena di desa kita ini adalah bagian dari desa inklusi desa yang ramah terhadap semua kelompok-kelompok kepentingan termasuk misalnya masalah lansia maupun disabilitas,” tegas Kades Batu Tering.
Olah karena itu, pemdes wajib memperhatikan dan melibatkan lansia dan disabilitas dalam pembangunan desa.
“Itu kami anggap sangat penting, menjadi wajib untuk kita libatkan mereka itu karena kami menganggap bahwa mereka juga bagian dari potensi dari pembangunan yang ada di desa itu sendiri. Nah dalam rangka untuk menyusun RKPDes 2024 kami libatkan mereka agar mengetahui apa yang dibutuhkan,” pungkasnya. (01)













Terobosan yang luar biasa …