SUMBAWA, Bintangtv.id – Kreativitas pelajar SMAN 1 Sumbawa kembali melahirkan inovasi berbasis potensi lokal. Melalui tim Derma Tech, tiga siswa mengembangkan BANACUR PATCH, sebuah inovasi pembalut luka berbahan dasar kulit pisang dan kunyit yang dirancang sebagai alternatif pembalut luka terbuka yang biodegradable atau mudah terurai secara hayati.
Tim Derma Tech terdiri dari Iman Syahfitra Ramdhani sebagai ketua, bersama dua anggota Waldan Durrani Afham dan Athaya Dinar Suryanda. Inovasi tersebut dikembangkan dengan bimbingan guru pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Hj. Erna Dewi, S.Pd.
BANACUR PATCH merupakan singkatan dari Biodegradable Active Wound Dressing Berbasis Kulit Pisang dan Kunyit. Gagasan ini berangkat dari upaya memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, sekaligus mengurangi limbah organik yang selama ini kerap dianggap tidak memiliki nilai ekonomis.
Menariknya, inovasi tim Derma Tech tidak hanya berhenti pada pengembangan produk. Mereka juga membawa misi edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dasar.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi kesehatan di SDN 11 Sumbawa, Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang menyasar siswa kelas VI tersebut mengangkat tema pembentukan generasi sadar kesehatan melalui pengenalan perawatan luka, pertolongan pertama, dan kebiasaan hidup bersih.
Dalam kegiatan itu, tim Derma Tech menyampaikan tiga materi utama, yakni mengenali jenis luka dan memahami pertolongan pertama, memperkenalkan inovasi BANACUR PATCH, serta praktik mencuci tangan dan simulasi penanganan awal luka.
Sebelum penyampaian materi, tim terlebih dahulu melakukan pemetaan pengetahuan siswa melalui pre-test. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal siswa tentang kebersihan tangan, jenis luka, dan tindakan pertolongan pertama.
Para siswa kemudian diberikan pemahaman mengenai jenis luka yang sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari, pentingnya menjaga kebersihan luka, serta langkah awal yang tepat ketika mengalami luka ringan. Mereka juga diingatkan agar meminta bantuan guru atau orang dewasa apabila mengalami luka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pada sesi berikutnya, tim memperkenalkan BANACUR PATCH sebagai bentuk kreativitas dan inovasi pelajar dalam memanfaatkan potensi bahan lokal. Kulit pisang dan kunyit yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat menjadi inspirasi pengembangan produk pembalut luka yang dirancang ramah lingkungan.
Melalui pengenalan tersebut, siswa diajak memahami bahwa sesuatu yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat menjadi sumber inovasi apabila dikembangkan melalui proses ilmiah dan kreativitas.
Kegiatan semakin interaktif saat memasuki sesi praktik mencuci tangan dan simulasi pertolongan pertama. Para siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung pengetahuan yang telah diberikan.
Untuk mengukur hasil edukasi, pemahaman siswa juga dapat dievaluasi melalui post-test, observasi praktik mencuci tangan, dan simulasi pertolongan pertama.
Kepala SDN 11 Sumbawa, Kristin Yuli Wardhani, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerja sama yang dilakukan tim Derma Tech SMAN 1 Sumbawa.
Menurutnya, edukasi mengenai perawatan luka, pertolongan pertama, dan pentingnya menjaga kebersihan merupakan pengetahuan dasar yang perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak semakin peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi Sumbawa yang sehat, maju, dan unggul.
Bagi tim Derma Tech, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan inovasi mereka. Sebab, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga dari sejauh mana gagasan tersebut dapat memberikan manfaat dan membangun kesadaran di tengah masyarakat.
Melalui bimbingan guru pembina KIR, para siswa juga mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan kreativitas, berpikir ilmiah, membangun kerja sama tim, serta meningkatkan kepedulian sosial.
BANACUR PATCH sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu harus berawal dari teknologi mahal. Potensi lokal yang tersedia di sekitar dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan gagasan kreatif dan bermanfaat.
Dari ruang kelas SMAN 1 Sumbawa, tim Derma Tech berupaya menunjukkan bahwa pelajar bukan sekadar penerima ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi pencipta inovasi dan agen perubahan yang berkontribusi bagi masyarakat. (01)












