SUMBAWA, Bintangtv.id – Universitas Samawa (UNSA) mempercepat langkah pendirian Program Studi (Prodi) S1 Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter untuk menjawab persoalan kekurangan tenaga medis di Pulau Sumbawa. Berdasarkan kajian yang dilakukan, defisit dokter umum di Pulau Sumbawa pada 2026 diperkirakan mencapai 1.025 orang.
Upaya tersebut diperkuat dengan penyerahan hasil laporan studi kelayakan pendirian Prodi S1 Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter oleh Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si., di Mataram, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pendirian pendidikan kedokteran di Pulau Sumbawa, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan dokter tanpa harus meninggalkan daerah.
Kebutuhan tenaga medis menjadi salah satu persoalan mendesak di Kabupaten Sumbawa. Saat ini, rasio dokter umum tercatat sekitar 0,30 dokter per 1.000 penduduk. Sebanyak 163 dokter harus melayani sekitar 543.676 penduduk, dengan kesenjangan indikatif sekitar 381 dokter umum.
UNSA menilai kondisi tersebut membutuhkan langkah strategis melalui penguatan pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Kehadiran Prodi Kedokteran diharapkan tidak hanya menghasilkan tenaga dokter baru, tetapi juga mendukung pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah pelosok.

Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, yang akrab disapa Prof. Ude, (17/10/2026) mengatakan, pendirian Prodi Kedokteran merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah.
Menurutnya, pendidikan kedokteran yang dikembangkan UNSA akan mengintegrasikan kompetensi kedokteran nasional dengan keunggulan Island Tropical Medicine dan Island Emergency System, yakni pendekatan kedokteran yang berfokus pada penyakit tropis serta sistem penanganan kegawatdaruratan di wilayah kepulauan.
“Pendirian Prodi Kedokteran ini bukan semata-mata untuk mencetak lulusan dokter, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesehatan daerah. Kami ingin pendidikan kedokteran di UNSA nantinya mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Pulau Sumbawa,” ujarnya.
Prof. Ude menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Provinsi NTB atas dukungan terhadap rencana pendirian Prodi Kedokteran UNSA.
Ia berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga pada 2029 Prodi S1 Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter UNSA sudah memperoleh izin.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Ude didampingi perwakilan Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Samawa, Dra. Ida Ayu Suartini dan Hj. Siti Hawa, M.Pd., Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ir. Sudirman, S.Pt., M.Si., IPM., serta Dekan Fakultas Kesehatan sekaligus Ketua Tim Kerja Studi Kelayakan, Dr. Ieke Wulan Ayu, S.TP., M.Si.
Turut hadir perwakilan Bapperida Kabupaten Sumbawa, Aryaningsih, M.Agribus., Ph.D., selaku Kabid Riset dan Inovasi, Nurdin Ranggabarani, S.H., M.H., serta tim dari Matadata NTB.
Ketua Tim Kerja Studi Kelayakan Pendirian Prodi Kedokteran UNSA, Dr. Ieke Wulan Ayu, menyampaikan bahwa hasil studi kelayakan tahun 2026 menyatakan rencana pendirian program tersebut layak untuk dilanjutkan.
Ia menjelaskan, keunggulan akademik yang dirancang UNSA terletak pada fokus kegawatdaruratan dan penyakit tropis wilayah kepulauan. Fokus tersebut disusun berdasarkan karakteristik geografis Pulau Sumbawa serta tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat.
“Keunggulan yang kami tawarkan adalah pendidikan kedokteran berbasis kegawatdaruratan dan penyakit tropis wilayah kepulauan. Ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat di Pulau Sumbawa dan kawasan kepulauan,” jelasnya.
Menurut Dr. Ieke, pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi medis secara umum, tetapi juga memahami karakteristik persoalan kesehatan di wilayah kepulauan, terutama dalam penanganan kegawatdaruratan dan penyakit tropis.
Ia menambahkan, terdapat sejumlah aspek penting yang perlu dipersiapkan sebelum pengajuan izin resmi, di antaranya pemenuhan sumber daya manusia dokter spesialis, ketersediaan sarana dan prasarana utama, serta rekomendasi dari Gubernur NTB.
Dr. Ieke mejelaskan, bagian penting dari hasil studi kelayakan yaitu pemenuhan kebutuhan SDM dokter spesialis, dan sarana utama, serta Rekomendasi dari Gubernur NTB. Hasil studi kelayakan Pendirian menyatakan pendirian bahwa Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter secara ilmiah, finansial, dan sosial sangat relevan dan layak untuk dilanjutkan. Tim Kerja Studi Kelayakan Pendirian Program Studi Kedokteran UNSA terdiri atas Dr. Ieke Wulan Ayu selaku Ketua Tim, bersama Dr. Ir. Sudirman, S.Pt., M.Si., IPM.; Ns. Nila Yuliana, S.Kep., M.Кер.; Ns. Yasinta Aloysia Daro, S.Kep., M.Kep.; Ns. Laily Widya Astuti, S.Kep., М.Кер.; Ns. Nurmansyah, S.Kep., М.Кер.; dr. Herummanuddin, Sp.GK.; dr. Yogi Triatmakusuma, Sp.DVE.; serta dr. Herti Sakinah.
Hasil studi kelayakan tersebut menyimpulkan bahwa pendirian Prodi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter UNSA dinilai sangat relevan dan layak ditindaklanjuti dari aspek ilmiah, finansial, dan sosial.
Dukungan juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Riset dan Inovasi Bapperida, Aryaningsih, M.Agribus., Ph.D. Pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung pendirian Prodi Kedokteran sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia unggul dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran program tersebut berpotensi memberikan dampak berganda bagi daerah. Selain mencetak calon dokter, keberadaan pendidikan kedokteran juga dapat mendorong pemenuhan kebutuhan tenaga medis, khususnya di wilayah pelosok yang masih menghadapi keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebelumnya turut memfasilitasi kegiatan studi kelayakan pendirian Prodi Kedokteran UNSA. Sementara itu, aspek teknis, terutama pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, akan dibahas lebih lanjut sesuai dengan persyaratan pendirian program studi kedokteran.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, mengapresiasi langkah UNSA yang telah menyusun dan menyerahkan hasil studi kelayakan tersebut. Ia menyatakan dukungannya terhadap percepatan persiapan administrasi dan pemenuhan persyaratan pendirian Prodi Kedokteran.
Menurut Gubernur, rencana tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat NTB, terutama dalam penguatan penanganan kegawatdaruratan dan penyakit tropis.
Gubernur juga menyampaikan keinginannya untuk menghadirkan Tropical Disease Center di NTB sebagai bagian dari penguatan penanganan penyakit tropis. Karena itu, ia mendorong Rektor UNSA beserta jajaran agar segera melengkapi dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan.
Dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan dapat mempercepat tahapan pendirian program studi tersebut, dengan tetap memenuhi ketentuan akademik, kelembagaan, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana yang dipersyaratkan.
Jika terealisasi, kehadiran pendidikan kedokteran di UNSA diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan pelayanan kesehatan di Pulau Sumbawa, sekaligus membuka jalan bagi pemerataan tenaga medis demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (01)












