Sumbawa, Bintangtv.id – Memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi yang mengancam nyawa pasien menjadi perhatian Fakultas Kesehatan Universitas Samawa (UNSA).
Melalui pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS), UNSA membekali 22 peserta dengan pengetahuan dan keterampilan penanganan kegawatdaruratan, khususnya pada kasus trauma dan gangguan kardiovaskular.
Ketua Kegiatan BTCLS 2026, Ns Nila Yuliana,S.Kep.,M.Kep menjelaskan, pelatihan yang berlangsung selama enam hari, 13–18 Oktober 2026, ini digelar melalui kolaborasi Fakultas Kesehatan UNSA, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram, dan Emergencylink Mataram.
“Kegiatan dilaksanakan dengan metode blended learning, yakni perpaduan pembelajaran daring dan praktik klasikal di Fakultas Kesehatan Universitas Samawa, Sumbawa Besar,” katanya (18/9/2026).
Dekan Fakultas Kesehatan UNSA, Dr. Ieke Wulan Ayu, STP., M.Si., menegaskan bahwa pelatihan BTCLS bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh sertifikat, melainkan bagian penting dalam membangun kompetensi, kesiapsiagaan, dan budaya keselamatan pasien.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, mulai dari mempelajari materi, berdiskusi, hingga menjalani latihan dan simulasi penanganan kegawatdaruratan.
“Jangan hanya berorientasi pada kelulusan pelatihan, tetapi jadikan BTCLS sebagai proses untuk membangun kompetensi, kesiapsiagaan, dan budaya keselamatan pasien,” pesannya.
Menurutnya, kemampuan tenaga kesehatan dalam merespons kondisi darurat harus terus diperkuat agar mampu memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur.
Bagi Fakultas Kesehatan UNSA, penyelenggaraan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, profesional, responsif, serta siap menghadapi berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan.
Ia juga berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Pengetahuan tersebut perlu terus dipelihara melalui latihan, pembaruan kompetensi, dan penerapan langsung dalam lingkungan kerja maupun pelayanan kepada masyarakat.
Perwakilan Bapelkes Mataram, Ali Wardana, SKM., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Samawa atas penyelenggaraan pelatihan BTCLS.
Menurutnya, pelatihan ini penting untuk meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan, terlebih penanganan kasus jantung dan gangguan kardiovaskular yang membutuhkan respons cepat serta keterampilan yang memadai.
Ia berharap semakin banyak tenaga kesehatan mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Pelatihan BTCLS tersebut diikuti 22 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa dan alumni Fakultas Kesehatan UNSA hingga peserta yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan total 55 Jam Pelajaran (JPL), kegiatan dibagi menjadi dua tahap. Pembelajaran daring berlangsung pada 13–15 Oktober 2026, sedangkan pembelajaran klasikal dilaksanakan pada 16–18 Oktober 2026.
Pada tahap daring, peserta mendapatkan pembekalan teori mengenai prinsip penanganan kegawatdaruratan, pengenalan dini kondisi yang mengancam jiwa, penilaian awal pasien, dan penentuan prioritas tindakan.
Sementara itu, pembelajaran klasikal difokuskan pada penguatan keterampilan melalui demonstrasi, latihan, dan simulasi menggunakan alat peraga medis.
Materi pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan penilaian awal pasien trauma, memberikan bantuan hidup dasar, mengenali kegawatdaruratan kardiovaskular, serta memahami prinsip penanganan pasien secara cepat dan terkoordinasi sesuai kompetensi dan prosedur yang berlaku.
Perpaduan teori dan praktik tersebut diharapkan membantu peserta memahami bukan hanya apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat, tetapi juga bagaimana mengambil tindakan secara sistematis dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien.
Bagi mahasiswa, pelatihan ini menjadi bekal untuk memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja. Sementara bagi alumni dan tenaga kesehatan yang telah bekerja, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperbarui sekaligus memperkuat pengetahuan dan keterampilan klinis.
Kolaborasi UNSA bersama Bapelkes Mataram dan Emergencylink Mataram juga diharapkan memperluas jejaring kerja sama dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia kesehatan.
Melalui pelatihan BTCLS 2026, Fakultas Kesehatan Universitas Samawa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program peningkatan kapasitas yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Dengan berakhirnya pelatihan pada 18 Oktober 2026, sebanyak 22 peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh dan menerapkannya sesuai kompetensi masing-masing, demi mendukung pelayanan kesehatan yang lebih sigap, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (01)












