Nasional

Bupati Sumbawa Barat Paparkan Arah Transformasi Kesehatan Daerah di Forum Nasional

12
×

Bupati Sumbawa Barat Paparkan Arah Transformasi Kesehatan Daerah di Forum Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta|Bintang.id-Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah memaparkan arah transformasi kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat dalam forum nasional Seminar, Workshop & Health Technology Expo “Inovasi Layanan Fasilitas Kesehatan Modern Indonesia 2026” yang digelar Perhimpunan Kolaborasi Kesehatan Nasional (PKKN) di Hotel Harris FX Sudirman, Jakarta, Jumat–Minggu, 4–6 September 2026.

Dalam forum yang mengusung tema “Akselerasi Smart Healthcare Indonesia Melalui Integrasi Artificial Intelligence, Transformasi Digital, dan Inovasi Layanan Kesehatan Modern Berkelanjutan” tersebut, Bupati Amar menjadi salah satu pemateri yang menyampaikan pengalaman serta arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam melakukan transformasi sektor kesehatan.

iklan

Selain Bupati Sumbawa Barat, forum tersebut juga menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi, MMRS, sebagai pemateri.

Dalam paparannya, Bupati Amar menegaskan bahwa transformasi kesehatan di tingkat daerah tidak boleh dimaknai sebatas perubahan teknologi maupun digitalisasi layanan. Lebih dari itu, transformasi harus menyentuh perubahan mendasar dalam cara pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, sistem kesehatan daerah harus mampu menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses, cepat, berkualitas, efisien, serta memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Transformasi kesejahteraan masyarakat, termasuk di dalamnya masalah kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melakukan intervensi langsung ke kepala keluarga. Kesemuanya itu terakomodasi dalam sistem kerja melalui program Kartu Sumbawa Barat Maju, yang di dalamnya terdapat layanan Maju Kesehatan,” ujar Bupati Amar.

Bupati Amar menjelaskan, pendekatan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam pembangunan kesehatan diarahkan agar intervensi pemerintah tidak berhenti pada penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat keluarga.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui mekanisme yang terintegrasi dalam program Kartu Sumbawa Barat Maju, pemerintah daerah berupaya menghubungkan kebijakan kesejahteraan dengan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses terhadap layanan kesehatan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, transformasi kesehatan pada akhirnya harus diukur dari kemampuan sistem pelayanan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat jangkauan dan kualitas pelayanan, bukan sekadar mengejar modernisasi sistem.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Amar juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi. Ekosistem tersebut mencakup penguatan fasilitas dan layanan kesehatan, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan data, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan.

Perkembangan teknologi kesehatan, seperti Artificial Intelligence (AI), rekam medis elektronik, interoperabilitas data, telemedicine, hingga perangkat kesehatan pintar, dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas pelayanan.

Namun, teknologi tersebut harus ditempatkan sebagai instrumen pendukung. Peran tenaga kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan berlangsung secara manusiawi, profesional dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Pandangan tersebut sejalan dengan semangat forum nasional yang mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan secara aman, efektif dan etis, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan serta kepuasan pasien sebagai bagian utama dari transformasi layanan kesehatan.

Keikutsertaan Kabupaten Sumbawa Barat dalam forum nasional tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan arah pembangunan kesehatan daerah kepada para pemangku kepentingan di tingkat nasional.

Forum tersebut juga membuka peluang pertukaran pengalaman dan gagasan mengenai berbagai model pelayanan kesehatan, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, praktisi, dunia usaha dan industri teknologi kesehatan.

Bagi Kabupaten Sumbawa Barat, transformasi kesehatan tidak hanya membutuhkan dukungan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, tata kelola data, integrasi antarlayanan dan kemauan untuk membangun kolaborasi lintas sektor.

Forum Inovasi Layanan Fasilitas Kesehatan Modern Indonesia 2026 sendiri mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan dalam upaya mendorong percepatan pelayanan kesehatan modern yang berbasis teknologi, terintegrasi dan berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat, dengan memadukan inovasi, teknologi dan penguatan sistem pelayanan agar manfaat pembangunan kesehatan dapat dirasakan secara lebih luas hingga tingkat keluarga.(02)