Hukum Kriminal

Pasca Tambang Emas Lawang Tua Ambruk, Tiga Penambang Tewas, Polres Sumbawa Tutup Lokasi

4
×

Pasca Tambang Emas Lawang Tua Ambruk, Tiga Penambang Tewas, Polres Sumbawa Tutup Lokasi

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Pasca runtuhnya material batu dan tanah di area tambang emas rakyat kawasan Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa bergerak cepat dengan mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

iklan

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 21.30 WITA tersebut mengakibatkan tiga orang penambang meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka setelah tertimpa material batu dan tanah dari tebing tambang.

 

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Iptu Zainal Arifin, S.H., mengatakan, Kapolres bersama sejumlah pejabat utama Polres Sumbawa langsung turun ke lokasi sekitar pukul 00.30 WITA untuk memimpin proses olah TKP.

 

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun petugas, kejadian bermula ketika para korban bersama penambang lainnya sedang mengambil material di bagian bawah tebing.

 

Diduga, aktivitas penambangan yang dilakukan di bagian atas tebing dengan cara mencongkel atau membetel batu menyebabkan material batu dan tanah runtuh. Material tersebut kemudian jatuh dan menimpa para penambang yang berada di bawah.

 

Mendengar teriakan warga, sejumlah saksi langsung mendatangi lokasi. Saat tiba di TKP, warga bersama para penambang dan karyawan camp setempat berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban.

 

Dengan menggunakan kendaraan operasional jenis Toyota Hilux, para korban kemudian dibawa ke Puskesmas Lantung untuk mendapatkan pertolongan medis sekitar pukul 22.00 WITA.

 

“Akibat dari kecelakaan kerja ini, tiga orang penambang meninggal dunia, masing-masing satu orang meninggal di TKP dan dua orang lainnya meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lantung. Sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka,” ujar Iptu Zainal Arifin.

 

Dari sembilan orang yang terdampak dalam kejadian tersebut, tiga korban dinyatakan meninggal dunia, yakni SY (44), warga Kecamatan Lopok, meninggal dunia di TKP. Kemudian SF (58) dan I (19), keduanya warga Kecamatan Moyo Hilir, meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lantung.

 

Sementara enam korban lainnya mengalami luka-luka. Mereka masing-masing F (17), warga Kecamatan Moyo Hilir, mengalami luka ringan dan telah dibawa pulang oleh keluarga; M (47), NW (25), dan S (43) mengalami luka berat dan dirujuk ke RSUD Provinsi NTB.

 

Sedangkan SMS (45) dan JR (21), warga Kecamatan Lantung, mengalami luka ringan dan telah dibawa pulang oleh pihak keluarga.

 

Usai menerima laporan kejadian, Kapolres Sumbawa bersama jajaran pejabat utama langsung menuju lokasi untuk memastikan proses penanganan dan penyelidikan berjalan.

 

“Menyikapi hal ini, Kapolres Sumbawa telah berkoordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Sumbawa dan akan menindaklanjuti adanya kejadian ini. Pihak keluarga para korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun secara hukum,” jelas Kasi Humas.

 

Sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya insiden susulan, Polres Sumbawa menutup aktivitas penambangan di lokasi kejadian. Petugas juga memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi serta mengamankan sejumlah peralatan dan barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

 

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban, jerigen, alas kaki, topi, serta peralatan tambang berupa linggis dan palu. Alat berat yang berada di sekitar lokasi juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

 

Selain penanganan kecelakaan kerja, kepolisian juga akan menyelidiki dugaan aktivitas pertambangan yang belum mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

 

Polres Sumbawa memastikan proses penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab runtuhnya material serta status legalitas aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

 

Tragedi ini menjadi perhatian serius terhadap aspek keselamatan kerja di kawasan tambang rakyat, sekaligus menjadi peringatan agar aktivitas pertambangan tidak mengabaikan faktor keselamatan yang dapat mengancam nyawa para pekerja. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *