Politik pemerintahan

Pemda Sumbawa Siapkan Rumah Singgah ODGJ, Perkuat Penanganan Kesehatan Jiwa

6
×

Pemda Sumbawa Siapkan Rumah Singgah ODGJ, Perkuat Penanganan Kesehatan Jiwa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat program penanganan kesehatan jiwa dengan mendorong penyediaan Rumah Singgah bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

 

iklan

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemda Sumbawa dalam memenuhi hak kesehatan seluruh masyarakat, sekaligus mencegah penelantaran dan memperkuat keberlanjutan perawatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, melalui Kabid Kesehatan Masyarakat, dr. Abadi Abdullah, mengatakan kesehatan jiwa merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

“Langkah ini kami lakukan sebagai upaya pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Sumbawa, termasuk ODGJ,” ungkapnya kepada media ini, Selasa (1/9/2026).

 

Menurut Abadi, gangguan kesehatan jiwa tidak hanya berdampak terhadap kondisi psikologis, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan fisik seseorang. Karena itu, penanganan secara tepat dan berkelanjutan menjadi hal yang penting.

 

“Gangguan kesehatan jiwa bukan merupakan kondisi yang tidak dapat ditangani. Dengan penanganan yang tepat dan berkelanjutan, masyarakat yang mengalami gangguan jiwa memiliki peluang memperoleh kesembuhan serta kembali menjalankan aktivitas yang produktif dan positif,” jelasnya.

 

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 1.069 ODGJ berat yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Seluruhnya telah berada dalam pengawasan tenaga kesehatan di puskesmas dan mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan.

 

Selain itu, tercatat sebanyak 1.425 orang mengalami gangguan jiwa ringan hingga sedang, seperti depresi dan gangguan lainnya.

 

“Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena gangguan kesehatan jiwa ringan yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi gangguan jiwa berat,” terangnya.

 

Abadi juga mengungkapkan, persoalan kesehatan jiwa berkaitan dengan kasus bunuh diri di Kabupaten Sumbawa. Sepanjang 2023 hingga 2025 tercatat sembilan kasus bunuh diri, sementara pada 2026 telah tercatat dua kasus.

 

Tantangan lainnya adalah kasus pemasungan terhadap ODGJ. Saat ini masih terdapat 12 kasus pasung di Kabupaten Sumbawa, yang menurutnya menjadi salah satu angka tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

Karena itu, keberadaan Rumah Singgah ODGJ dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memperkuat pelayanan, penanganan, serta keberlanjutan perawatan bagi masyarakat dengan gangguan kesehatan jiwa.

 

Melalui program tersebut, Pemda Sumbawa diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih terpadu, manusiawi dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.  (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *