Nasional

Bawa Pesan Persaudaraan dan Kepedulian BSMI KSB Jangkau Penyintas Gempa di Pelosok NTT

25
×

Bawa Pesan Persaudaraan dan Kepedulian BSMI KSB Jangkau Penyintas Gempa di Pelosok NTT

Sebarkan artikel ini

Nusa Tenggara Timur|Bintangtv.id-Tim medis Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menempuh perjalanan panjang dan medan sulit untuk menjangkau masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain membawa obat-obatan dan perlengkapan medis, tim relawan memberikan pemeriksaan serta pengobatan kepada warga yang membutuhkan sekaligus dukungan moril bagi penyintas yang masih menghadapi dampak bencana.

Perjalanan tim medis dari Sumbawa Barat menuju NTT bukan perkara mudah. Para relawan harus menempuh perjalanan darat dalam jarak yang cukup jauh, melewati jalur pegunungan yang berliku, serta menyeberangi sungai dan laut untuk mencapai sejumlah titik pelayanan.

iklan

Kondisi geografis dan akses menuju lokasi terdampak menjadi tantangan tersendiri. Waktu tempuh yang panjang, keterbatasan waktu istirahat, serta medan yang tidak selalu mudah dilalui harus dihadapi agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Koordinator Tim Medis BSMI KSB, drg. Eris Bashiroh, FISQua, mengatakan tantangan perjalanan merupakan bagian dari proses pengabdian yang harus dijalani para relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Perjalanan menuju lokasi memang tidak mudah. Kami harus menempuh jarak yang jauh, berpindah dari satu titik ke titik lainnya, melewati pegunungan, menyeberangi sungai dan laut. Tetapi semua itu kami jalani karena ada masyarakat yang menunggu dan membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Eris.

Menurut Eris, kelelahan selama perjalanan terbayarkan ketika tim dapat bertemu langsung dengan masyarakat dan memberikan pelayanan kesehatan.

“Ketika melihat masyarakat tersenyum setelah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, rasanya semua lelah selama perjalanan terbayarkan. Kami datang bukan karena ingin dipuji, tetapi karena ingin memastikan saudara-saudara kita di sini tahu bahwa mereka tidak sendiri,” katanya.

Setibanya di lokasi, tim medis memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Pelayanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, disertai upaya memberikan dukungan psikososial secara sederhana melalui interaksi langsung dengan warga yang masih menghadapi kecemasan dan ketidakpastian pascabencana.

Bagi para penyintas, kehadiran relawan tidak hanya berarti mendapatkan obat atau pemeriksaan medis. Pertemuan langsung dengan tim kemanusiaan juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi masyarakat yang tengah berupaya bangkit setelah bencana.

Eris mengatakan, bagi tim medis BSMI KSB, setiap warga yang terbantu menjadi alasan untuk terus bergerak menjangkau wilayah yang membutuhkan.

“Bagi kami, satu orang yang merasa terbantu sudah menjadi alasan yang cukup untuk terus bergerak. Semoga keberadaan kami dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan memberikan semangat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi kondisi ini,” ungkapnya.

Ketua Umum BSMI Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Deddy Zulkarnaen, Sp.PD, mengatakan pengiriman tim medis dan bantuan ke NTT merupakan bagian dari komitmen BSMI dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Menurut Deddy, bencana tidak mengenal batas wilayah sehingga kepedulian terhadap masyarakat terdampak juga tidak seharusnya dibatasi oleh jarak.

“Kita mungkin dipisahkan oleh pulau dan jarak yang cukup jauh, tetapi dalam urusan kemanusiaan kita adalah satu. Ketika saudara kita di NTT mengalami musibah, maka menjadi kewajiban moral bagi kita untuk hadir sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ujarnya.

Deddy juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang bersedia meninggalkan kenyamanan dan meluangkan waktu untuk terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Ia turut mengapresiasi dukungan para donatur, masyarakat, serta berbagai pihak yang ikut membantu pelaksanaan kegiatan.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang telah berangkat, para donatur, masyarakat, dan semua pihak yang ikut membantu. Bantuan yang diberikan mungkin tidak menghapus seluruh kesedihan akibat bencana, tetapi semoga menjadi tanda bahwa masih banyak tangan yang terulur dan hati yang peduli,” katanya.

Kehadiran tim medis BSMI KSB mendapat sambutan positif dari masyarakat penyintas gempa. Salah seorang perwakilan masyarakat menyampaikan apresiasi atas kedatangan relawan yang menempuh perjalanan jauh dari Sumbawa Barat untuk memberikan pelayanan.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu relawan yang sudah datang jauh-jauh ke sini. Kami tahu perjalanan dari Sumbawa Barat tidak dekat. Bapak dan ibu harus menempuh perjalanan panjang, melewati laut dan berbagai medan untuk sampai kepada kami. Tetapi semua itu dilakukan untuk membantu kami,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran para relawan memberikan kekuatan bagi masyarakat yang masih berupaya memulihkan kehidupan setelah bencana.

“Bagi kami, kehadiran bapak dan ibu bukan hanya membawa obat atau bantuan. Kehadiran ini membawa harapan. Kami merasa masih ada yang peduli dan masih ada saudara yang mau datang melihat keadaan kami secara langsung,” ujarnya.

Ia berharap kondisi masyarakat segera pulih sehingga kehidupan dapat kembali berjalan normal. “Kami tidak bisa membalas apa yang sudah diberikan. Kami hanya bisa mendoakan semoga semua relawan selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam setiap perjalanan. Semoga kebaikan yang dibawa ke tempat kami ini kembali kepada bapak dan ibu dalam bentuk kebaikan yang jauh lebih besar,” lanjutnya.

Perjalanan tim medis BSMI KSB dari Sumbawa Barat menuju NTT menunjukkan bahwa pelayanan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana membutuhkan kesiapan, ketangguhan, dan komitmen untuk menjangkau masyarakat hingga ke wilayah dengan akses yang sulit.

Bagi para relawan, jarak, medan pegunungan, sungai, dan laut bukan sekadar tantangan perjalanan. Semua itu menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan setelah bencana.

Dari Sumbawa Barat menuju NTT, para relawan membawa lebih dari sekadar obat-obatan dan perlengkapan medis. Mereka membawa pesan persaudaraan dan kepedulian bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.(02)