KSB

Kades Poto Tano Dukung Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, Namun Minta Aksi Tidak Ganggu Akses Transportasi

8
×

Kades Poto Tano Dukung Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, Namun Minta Aksi Tidak Ganggu Akses Transportasi

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id -Rencana aksi yang akan digelar oleh Presidium Aliansi Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) se-Pulau Sumbawa pada Selasa,(2/6/2026) mendapat berbagai respons dan dukungan dari masyarakat. Salah satu titik aksi yang direncanakan menjadi pusat perhatian adalah kawasan Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.

Dukungan terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa juga disampaikan oleh Kepala Desa Poto Tano, Adi Muliadi. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin (1/6/2026), ia menegaskan bahwa dirinya secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Desa Poto Tano mendukung aspirasi masyarakat yang menginginkan terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa.

iklan

“Saya secara pribadi dan mewakili Pemerintah Desa Poto Tano sangat mendukung pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. Ini merupakan aspirasi yang sudah lama diperjuangkan oleh masyarakat Pulau Sumbawa,” ujar Adi Muliadi.

Meski demikian, Adi mengingatkan agar pelaksanaan aksi tetap berlangsung secara tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum, terutama aktivitas transportasi yang berlangsung di Pelabuhan Poto Tano sebagai salah satu jalur vital penghubung Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.

Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun, aksi tersebut harus tetap memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat luas yang membutuhkan akses transportasi dan layanan publik.

“Aksi penyampaian pendapat tentu sah-sah saja dilakukan. Namun saya berharap jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat, apalagi jika sampai menutup akses pelabuhan. Pelabuhan ini merupakan fasilitas publik yang digunakan banyak orang untuk bepergian maupun mengangkut kebutuhan masyarakat,” katanya.

Adi menyoroti kemungkinan dampak serius yang dapat terjadi apabila akses pelabuhan ditutup. Ia mencontohkan kendaraan ambulans yang sedang membawa pasien rujukan ke rumah sakit di luar daerah atau sebaliknya, yang membutuhkan akses cepat dan tanpa hambatan.

“Bayangkan jika ada ambulans yang sedang membawa pasien untuk dirujuk ke rumah sakit dan terhambat karena penutupan akses. Tentu hal seperti ini sangat kita hindari karena menyangkut keselamatan dan nyawa manusia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Desa Poto Tano telah mengambil langkah antisipatif dengan menginstruksikan para kepala dusun untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aksi yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemerintah desa meminta warga tetap menjalankan rutinitas dan fokus pada pekerjaan masing-masing.

“Melalui para kepala dusun, kami telah mengimbau masyarakat agar tetap fokus menjalankan aktivitas serta pekerjaan masing-masing. Kami ingin situasi tetap aman, kondusif, dan masyarakat tidak dirugikan,” jelasnya.

Rencana aksi yang akan digelar oleh Presidium Aliansi PPS se-Pulau Sumbawa merupakan bagian dari upaya mendorong percepatan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, sebuah aspirasi yang telah lama diperjuangkan oleh berbagai elemen masyarakat di wilayah tersebut.

Pemerintah desa bersama unsur terkait juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya aksi, sehingga aspirasi yang disampaikan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat umum.(02)