Sumbawa, Bintangtv.id- Universitas Samawa (UNSA) menggelar kegiatan bedah buku dan diskusi akademik bertajuk “Menggali Sejarah, Membangun Identitas, Merawat Warisan” terhadap buku Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907 karya Johan Ernest Jasper yang telah diterjemahkan oleh Poetra Adi Soerjo. Kegiatan berlangsung di Auditorium Universitas Samawa, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan akademik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan pembedah buku, di antaranya Julmansyah, S.Hut., M.AP selaku Direktur PKTHA Kementerian Kehutanan RI, Dr. Burhanuddin, M.Hum akademisi dan peneliti Universitas Mataram, serta Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Samawa, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd, Rektor Universitas Cordova Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. KH. Lalu Zulkifli Muhadli, B.A., S.H., M.M, Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry, S.H., M.H, para wakil rektor, dosen, mahasiswa, hingga budayawan.
Penerjemah buku, Poetra Adi Soerjo, menjelaskan bahwa buku tersebut diterjemahkan bukan untuk membela ataupun membantah isi tulisan Johan Ernest Jasper, melainkan sebagai upaya menghadirkan kembali catatan sejarah agar dapat dikaji secara akademik oleh masyarakat Sumbawa.
“Buku ini tidak dibuat untuk membela atau membantah isi tulisan Jasper. Saya hanya menerjemahkan isi buku agar bisa dibahas dan dibedah secara akademik,” ujar Ustad Suryo, sapaan akrab Poetra Adi Soerjo.
Ia menyebutkan, inisiatif peluncuran sekaligus bedah buku ini datang dari pihak UNSA agar masyarakat, khususnya kalangan akademisi, dapat memahami lebih dalam isi dan konteks sejarah yang dituliskan dalam buku tersebut.
Menurutnya, penyebaran atau “spreading” buku sejarah seperti ini sangat penting karena menjadi ruang dialog antara masyarakat Sumbawa masa kini dengan masa lalunya.
“Saya punya banyak catatan masa lalu, dan itu penting diketahui oleh orang Sumbawa sebagai dialog antara diri kita hari ini dengan diri kita di masa lalu. Itu bisa menjadi kompas untuk menentukan arah kita ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Wakil Rektor II UNSA, Muhammad Yamin, S.E., M.Si mengatakan bahwa buku terjemahan tersebut memiliki nilai penting bagi masyarakat Sumbawa karena mampu menghadirkan kembali serpihan-serpihan sejarah daerah yang selama ini belum banyak diketahui.
“Kita bangga ada putra Sumbawa yang mampu mengumpulkan serpihan sejarah berkaitan dengan daerah kita ini,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini perdebatan mengenai sejarah Sumbawa kerap terjadi tanpa dasar referensi yang kuat. Karena itu, melalui bedah buku secara akademik, berbagai pandangan dan argumentasi sejarah dapat diuji secara ilmiah bersama para ahli dan akademisi.
“Dengan adanya buku ini, kami berharap informasi tentang sejarah Sumbawa dapat tertransformasi lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.
Muhammad Yamin juga menyampaikan bahwa terdapat dua buku terjemahan yang nantinya akan dibedah secara akademik guna memperkaya referensi sejarah dan menyempurnakan kajian yang ada. (01)












