Sumbawa barat|Bintangtv.id-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui keterlibatan langsung di sektor pertanian. Salah satu wujud nyata ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Tatar yang mendampingi petani dalam kegiatan panen jagung tahap pertama di Dusun Tanaman, Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat,(29/4/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut difokuskan pada Kelompok Tani “Tatar Makmur” yang tengah melaksanakan panen sekaligus proses penjemuran hasil jagung di lahan seluas sekitar 1 hektare. Dari panen tahap awal ini, petani diperkirakan mampu menghasilkan kurang lebih 8 ton jagung kering panen (JPK). Hasil panen tersebut direncanakan akan langsung dipasarkan ke gudang Bulog sebagai bagian dari rantai distribusi pangan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan monitoring keamanan, tetapi juga aktif memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dan konsisten menjaga kualitas hasil pertanian. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus dorongan moral bagi masyarakat.
Kapolsek Sekongkang, Ipda Herman, S.H., M.M.Inov., menegaskan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari peran strategis Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan.
“Melalui kehadiran anggota kami di lapangan, kami ingin memastikan para petani mendapatkan pendampingan, rasa aman, serta dukungan moril dalam setiap proses produksi pertanian. Ini merupakan bentuk kontribusi Polri dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Meski panen berlangsung lancar, para petani masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Di antaranya adalah serangan penyakit tanaman yang menyebabkan batang jagung membusuk, sehingga berpotensi menurunkan hasil produksi. Selain itu, keterbatasan tenaga kerja saat musim panen juga menjadi tantangan tersendiri yang memengaruhi efektivitas proses pemanenan.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat serta instansi terkait guna membantu mencarikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi petani.
Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan panen jagung tahap pertama ini berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Diharapkan, upaya kolaboratif antara Polri dan masyarakat ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil pertanian serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa Barat.(02)












