Bima, Bintangtv.id – Bencana banjir yang terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026, di Dusun Labuan Kenanga, kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, ruas Jalan Labuan Kenanga–Kawinda To’i, Pulau Sumbawa bagian timur, menyisakan dampak bagi sejumlah warga setempat. Sepekan pascakejadian, tim Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Sumbawa Bagian Timur turun langsung melakukan pemantauan sekaligus menyalurkan bantuan.
Pemantauan dan pemberian bantuan dilakukan pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, sekitar pukul 19.30 WITA. Tim dipimpin langsung oleh Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Sumbawa Bagian Timur, Mustafa ST., MT., bersama Kasi Pemeliharaan dan Peralatan Suprianto ST., serta jajaran pemeliharaan Wahyudin selaku Pengamat Jalan, Abdul Haris, dan Mursalim.
Perjalanan menuju lokasi terdampak dari Kota Bima memakan waktu sekitar enam hingga tujuh jam. Kondisi medan dan jarak tempuh yang cukup jauh tidak mengurangi komitmen tim untuk memastikan penanganan dampak banjir berjalan optimal.
Dalam kunjungan tersebut, tim menyerahkan bantuan berupa dana untuk perbaikan rumah warga yang terdampak banjir. Bantuan diberikan kepada salah seorang warga bernama Hadiah, didampingi Kepala Dusun Labuan Kenanga.
Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Sumbawa Bagian Timur, Mustafa ST., MT., mengatakan bahwa bantuan tersebut disalurkan atas nama Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, sebagai bentuk kepedulian pemerintah provinsi terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Bantuan ini kami serahkan atas nama Bapak Gubernur NTB sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah provinsi kepada warga yang terdampak banjir. Kami juga memastikan kondisi ruas jalan tetap terpantau agar akses masyarakat tidak terganggu,” ujar Mustafa.
Selain menyerahkan bantuan, tim juga melakukan pengecekan terhadap kondisi ruas Jalan Labuan Kenanga–Kawinda To’i untuk memastikan tidak ada kerusakan lanjutan yang dapat menghambat mobilitas warga.
Pemerintah Provinsi NTB melalui Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi bencana, baik melalui pemantauan infrastruktur maupun dukungan langsung kepada warga terdampak. (03)












