Bima

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Kabupaten Bima dan Mitra Gelar Rakor

95
×

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Kabupaten Bima dan Mitra Gelar Rakor

Sebarkan artikel ini

Bima, Bintangtv.id– Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta banjir pada musim hujan 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kerjasama Antar Lembaga pada Rabu (15/10/2025) di Ruang Pusdalops BPBD Kabupaten Bima.

 

iklan

Rakor dipimpin oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Drs. H. Isyah, dan dihadiri oleh Kabag Operasional Polres Bima Kompol Iwan Sugianto, SH, perwakilan Kodim 1608/Bima, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait BMKG, Balai Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, Baznas, PMI, Orari, MDMC, KPH Maria Donggo Masa, KPH Marowa, dan berbagai instansi mitra BPBD lainnya.

 

Dalam arahannya, H. Isyah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di musim penghujan mendatang.

 

“Rakor ini ditujukan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh sekaligus menentukan langkah-langkah tindak lanjut. Ke depan, kita perlu memperkuat kolaborasi agar dapat menghitung secara cepat dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana, baik pada tahap pra maupun pascabencana,” ujar Isyah.

 

Sementara itu, Fungsional Kebencanaan BMKG Bandara Sultan M. Salahudin Bima, Laksita W, memaparkan bahwa berdasarkan prediksi cuaca, ancaman bencana di Kabupaten Bima akan meningkat secara progresif mulai November 2025, memasuki status siaga pada Desember, dan mencapai puncak pada Januari 2026.

 

“Setelah mencapai puncaknya pada Januari–Februari, intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Bima akan menurun secara bertahap pada Maret hingga April 2026,” jelasnya.

Masyarakat dihimbau untuk melakukan aksi kolektif membersihkan saluran air, selokan, dan sungai agar aliran air tetap lancar.

Peningkatan penyebaran informasi peringatan dini melalui berbagai platform media sosial dan jaringan komunikasi lokal.

Isyah juga menekankan pentingnya kesadaran bersama seluruh komponen masyarakat untuk menjaga lingkungan dan berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana.

“Semua orang bertanggung jawab terhadap bencana. Kesadaran kolektif dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci utama agar kita semua terhindar dari dampak bencana,” pungkasnya. (03)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *