Headline

Banjir Melanda Ruas Jalan Simpang Negara Moyo–Luair Penanganan Tanggap Darurat Dilakukan Secara Sinergis

167
×

Banjir Melanda Ruas Jalan Simpang Negara Moyo–Luair Penanganan Tanggap Darurat Dilakukan Secara Sinergis

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Akses utama menuju Desa Batu Bangka, khususnya Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, kembali terganggu akibat banjir yang melanda ruas jalan Simpang Negara Moyo–Luaer pada awal tahun 2026.

 

iklan

Bencana ini merupakan kejadian berulang yang dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.

 

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sungai di sekitar Kecamatan Moyo Hilir meningkat drastis hingga meluap ke badan jalan dan permukiman warga. Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, sehingga ruas jalan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.

 

Selain genangan air, beberapa bagian jalan juga mengalami longsor dan penurunan permukaan, yang semakin memperparah gangguan akses transportasi.

 

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, termasuk terhambatnya mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, serta akses menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan. Ruas Simpang Negara Moyo–Lua sendiri merupakan jalur vital penghubung antar desa dan kecamatan di wilayah utara Kabupaten Sumbawa.

 

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa Bagian Barat, Dinas PUPR Provinsi NTB, Mustafa, ST., MT., segera mengambil langkah tanggap darurat dengan melakukan koordinasi intensif bersama berbagai pihak terkait.

 

“Kami menerima laporan banjir sejak pagi hari dan langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penilaian awal terhadap kondisi dan tingkat kerusakan jalan, sekaligus menyiapkan langkah penanganan yang paling efektif,” ujar Mustafa, Kamis (15/1/2026).

 

Koordinasi penanganan darurat melibatkan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kecamatan Moyo Hilir, Pemerintah Desa Batu Bangka, serta unsur masyarakat setempat. Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.

 

Langkah awal yang dilakukan meliputi pembukaan akses jalan sementara guna memfasilitasi pergerakan masyarakat dan kendaraan bantuan, pengurasan genangan air di badan jalan, serta identifikasi kerusakan struktural seperti longsor dan penurunan permukaan jalan. Tim teknis Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan.

 

“Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu proses penanganan darurat. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pemulihan akses tidak akan berjalan optimal. Selain penanganan darurat, kami juga mulai menyusun rencana jangka panjang untuk mencegah banjir berulang, seperti perbaikan sistem drainase dan penguatan lereng jalan yang rawan longsor,” jelas Mustafa.

 

Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Sumbawa menambahkan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah pemulihan akses jalan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Namun, pemerintah juga mulai melakukan kajian terhadap penyebab banjir berulang, termasuk faktor tata guna lahan dan keterbatasan infrastruktur drainase.

 

“Penanganan darurat menjadi prioritas, tetapi langkah pencegahan jangka panjang juga sedang kami siapkan agar kejadian serupa tidak terus terulang,” ujarnya.

Pemerintah berharap, dengan penanganan cepat dan kerja sama yang solid antara seluruh pihak, akses jalan Simpang Negara Moyo–Luair, dapat segera kembali normal. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Kepala Desa Batu Bangka, H. Abdul Wahab meminta pemeribta provinsi segera mengambil langkah. “Kondisi ini sudah terjadi bertahun tahun, belum diperbaiki,” katanya.

 

Menurut kades, saat ini baru dilakukakn penanganan sementara dengan pembuatan jalan alternatif melalui kebun warga. Tapi itu dirasa belum maksimal.

 

“Pemprov harus memperbaiki secara total dan permanen agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *