Headline

PERTAMAS: Perhutanan Sosial dan Transformasi Penghidupan Masyarakat, Komitmen AMMAN pada Hari Menanam Pohon Sedunia

184
×

PERTAMAS: Perhutanan Sosial dan Transformasi Penghidupan Masyarakat, Komitmen AMMAN pada Hari Menanam Pohon Sedunia

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program berkelanjutan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah PERTAMAS (perhutanan sosial dan transformasi penghidupan masyarakat), yang menjadi bagian penting dari upaya perusahaan meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Program PERTAMAS berfokus pada pilar Economic Empowerment yang berfokus pada penguatan ekonomi dan lingkungan, yang dirancang untuk menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari menanam pohon sedunia.

Salah satu kegiatan utama PERTAMAS pada 2025 adalah pemberdayaan masyarakat melalui pola agrosilvopastura sebuah model integrasi antara tanaman keras, tanaman pertanian, dan tanaman pakan ternak dalam satu kawasan perhutanan sosial.

Melalui pola ini, masyarakat diajak secara aktif untuk berkolaborasi dalam pengembangan tanaman pakan ternak, penanaman tanaman pertanian penanaman pohon keras hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan pohon buah.

Kolaborasi ini dilakukan bersama kesatuan pengelolaan hutan (KPH) dan kelompok masyarakat setempat agar pengelolaan hutan menjadi lebih produktif sekaligus meningkatkan ekonomi warga.

Kegiatan penanaman dilakukan di enam titik lokasi, salah satunya di wilayah kelompok tani hutan (KTH) Sagena Indah.

Kepala Balai KPH Puncak Ngengas, Sirajudin, S.Hut., M.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan penanaman kali ini mencakup berbagai jenis tanaman keras, buah-buahan, pakan ternak, dan tanaman pangan seperti asam, mangga, nangka serta kelengkeng sedangkan tanaman pakan ternak lamtoro, indigofera, turi dan rumput odot. Sementara tanaman pertanian jagung, singkong serta umbi-umbian yang ditanam di lahan seluas 38 hektare sebagai upaya meningkatkan produktivitas kawasan perhutanan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

“Saya berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat memberi manfaat besar dan meningkatkan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat setempat,” ujar Sirajudin.

Selain perhutanan sosial, Program PPM AMMAN juga melaksanakan pengembangan demplot kopi menuju Good Agricultural Process (GAP), yang menganut pelaksanaan pertanian dan perkebunan yang baik, bekerja sama dengan pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia.

Djoko Soemarno, Anggota tim peneliti dari pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia, menyampaikan bahwa sejak 2023 pihaknya bersama AMMAN telah berkolaborasi melakukan Baseline Study Potensi Kopi Robusta di Rarak untuk memastikan model pendekatan terbaik. Di tahun 2025 dilakukan pendampingan berupa bimbingan teknis penyiapan lahan pendampingan penanaman serta pendampingan pasca panen dengan luas lahan 1 hektare, yang kemudian dibagi ke dalam empat kelompok tani di Desa Rarak Ronges, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat.

“Pendampingan ini merupakan upaya bersama untuk mendorong pengembangan demplot kopi menuju GAP dan meningkatkan kapasitas petani,” jelas Djoko.

Sementara itu Hamza, salah satu petani kopi dari Desa Rarak Ronges yang mendapatkan dampak nyata program AMMAN, menyambut baik pendampingan yang diberikan.

Menurutnya, program tersebut telah membantu petani beralih dari pola tanam lama ke pola tanam modern yang lebih produktif.“Inovasi berkelanjutan ini membuka jalan bagi kami untuk menghasilkan kopi terbaik dari tanah Pariri Lema Bariri,” ungkap Hamza.

Ia menjelaskan bahwa banyak petani kini lebih memilih menanam kopi dibandingkan jagung karena biaya yang jauh lebih rendah dan adanya bantuan dari AMMAN.

“Daripada lahan dibiarkan kosong atau menanam jagung yang biayanya mahal, lebih baik kami menanam kopi karena lebih mudah dan semua dibantu. Terima kasih AMMAN,” tambahnya.

Melalui PERTAMAS dan program pendampingan kopi, AMMAN menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Kolaborasi lintas sektor antara perusahaan, pemerintah, dan komunitas menjadi pondasi kuat menuju pengelolaan hutan yang produktif, partisipatif dan berkelanjutan.(02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *