Penurunan tarif ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan yang tertuang dalam PMK Nomor 71 Tahun 2025. Regulasi tersebut memberikan diskon PPN serta diskon PJP 2U untuk periode perjalanan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Masyarakat juga sudah dapat memesan tiket sejak 22 Oktober 2025.
“Diskon ini diharapkan membantu masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Biasanya harga tiket ke Lombok mencapai satu juta rupiah, kini hanya sekitar lima ratus ribuan. Untuk rute Sumbawa–Denpasar yang saat Nataru bisa tembus satu setengah juta, sekarang turun menjadi sekitar sembilan ratus ribuan,” jelas Tri Pono.
Meski harga turun cukup signifikan dan diperkirakan akan meningkatkan jumlah penumpang, hingga saat ini belum ada permintaan penambahan armada dari maskapai. Namun pihak bandara tetap membuka peluang penambahan jadwal jika lonjakan permintaan terjadi.
“Saat ini belum ada permintaan dari maskapai. Tetapi kami sangat terbuka bila pemesanan meningkat,” ujarnya.
Saat ini Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin melayani tiga penerbangan harian, yaitu dua rute menuju Lombok dan satu rute menuju Denpasar. Jadwal keberangkatan ke Lombok tersedia pada pukul 10.20 Wita dan 13.20 Wita, sedangkan penerbangan ke Denpasar berangkat pukul 10.20 Wita.
Tri Pono menambahkan, jumlah penumpang mulai menunjukkan sedikit peningkatan setelah adanya tambahan satu penerbangan ke Lombok.
Namun jumlah wisatawan mancanegara justru menurun, sehingga kenaikan total penumpang tidak terlalu signifikan. Peningkatan biasanya terjadi ketika ada event besar yang digelar di Sumbawa. (01)












