KSB

KSB dan Unpad Rumuskan Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Kawasan Transmigrasi Tongo–Sekongkang

144
×

KSB dan Unpad Rumuskan Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Kawasan Transmigrasi Tongo–Sekongkang<br>

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bersama Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan strategi pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi Tongo–Sekongkang. Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB ini berlangsung pada Jumat, 7/11/2025, dan dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah drh. Hairul serta Kepala Disnakertrans Slamet Riyadi.


Dalam laporannya, Kepala Disnakertrans Slamet Riyadi, S.Pi., M.S.I., menjelaskan, bahwa kawasan Tongo–Sekongkang merupakan salah satu dari 154 lokasi transmigrasi di Indonesia yang menjadi fokus riset Tim Ekspedisi Patriot Unpad.

Kegiatan FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya lokal, menginventarisasi permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat transmigran, serta menjaring aspirasi warga sebagai dasar penyusunan rekomendasi strategis pengembangan wilayah.

“Melalui forum ini, kami ingin merumuskan langkah-langkah konkret agar kawasan transmigrasi dapat tumbuh sebagai sentra ekonomi baru yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Slamet.

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, dalam arahannya menegaskan bahwa tujuan utama program transmigrasi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai, wilayah Sumbawa Barat memiliki banyak potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah, namun sebagian besar masih dikelola secara tradisional dan belum memberikan nilai tambah optimal.

“Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Unpad, kita berharap dapat menemukan strategi baru untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas unggulan daerah. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di kawasan transmigrasi,” ungkap Bupati  H. Amar.

Lebih lanjut, Bupati H. Amar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk terus mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kami percaya, pengembangan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik, tetapi juga harus disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan inovasi pengelolaan potensi daerah,” tegasnya.

Kegiatan FGD ini menjadi bagian dari rangkaian riset lapangan Tim Ekspedisi Patriot Unpad yang meneliti pengembangan kawasan transmigrasi di berbagai daerah Indonesia. Hasil diskusi diharapkan menjadi dasar penyusunan peta jalan (roadmap) pengembangan komoditas unggulan di kawasan Tongo–Sekongkang, meliputi sektor pertanian, perkebunan, dan pengolahan hasil bumi.

Dengan adanya sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah, diharapkan kawasan transmigrasi di Sumbawa Barat dapat berkembang menjadi pusat ekonomi produktif, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat setempat.(02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *