Sumbawa, Bintangtv.id – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman perubahan iklim, Melalui program Destana Karang Tangguh, MDMC menggelar Kajian Risiko Bencana Inklusi di sejumlah desa dampingan, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat termasuk kelompok rentan seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan lansia, (21/08/2025).
Kajian ini bertujuan memetakan potensi ancaman, tingkat kerentanan, serta kapasitas masyarakat secara partisipatif agar strategi pengurangan risiko bencana benar-benar menjawab kebutuhan semua kelompok.
“Perubahan iklim membawa tantangan baru bagi masyarakat pesisir dan pedesaan, mulai dari banjir, kekeringan, abrasi pantai, hingga ancaman terhadap sumber penghidupan. Karena itu, kajian berbasis inklusi sangat penting agar strategi penanggulangan bencana lebih tepat sasaran,” ungkap Indrayanto, Wakil Ketua MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam pertemuan di Desa Baru Tahan.
Dalam prosesnya, MDMC berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Sumbawa dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Hasil kajian nantinya akan diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan desa dan program kebencanaan daerah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, M. Nurhidayat, menekankan pentingnya hasil kajian ini sebagai landasan penyusunan rencana aksi komunitas.
“Dengan kegiatan ini, masyarakat dapat menelaah kebutuhan mereka saat menghadapi dan menyiapkan diri terhadap bencana seperti banjir sesuai hasil analisis,” ujarnya.
Melalui pendekatan inklusif ini, MDMC berharap masyarakat Sumbawa semakin siap dan tangguh menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin terasa. (01)












