Umum

Kabupaten Sumbawa Barat Optimis Raih Adipura 2025

298
×

Kabupaten Sumbawa Barat Optimis Raih Adipura 2025

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Bintangtv.id– Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menegaskan optimisme tinggi dalam menghadapi Penilaian Adipura Tahun 2025. Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, hadir langsung dalam forum arahan yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (4/8) siang.

Dalam arahannya, Menteri Hanif menyoroti urgensi pengelolaan sampah yang terintegrasi. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2023, Indonesia menghasilkan 56,63 juta ton sampah per tahun, namun yang terkelola secara faktual baru sekitar 10 persen. Padahal, target nasional adalah pengelolaan 100 persen pada 2029.

iklan

Hanif menegaskan, peralihan dari sistem open dumping ke sanitary landfill menjadi syarat mutlak dalam penilaian Adipura. “Tanpa tata kelola sampah dari hulu yang baik, sanitary landfill hanya akan menjadi penampungan residu yang tidak efektif,” ujarnya.

Kategori tertinggi Adipura, yaitu Adipura Kencana, hanya diberikan kepada daerah yang telah menerapkan TPA sanitary landfill sesuai standar nasional dan terbebas dari tempat pembuangan sampah liar. “Jika prasyarat ini tidak terpenuhi, tim penilai tidak akan melakukan penilaian,” tegas Hanif.

Menanggapi hal ini, Bupati Amar Nurmansyah menegaskan kesiapan KSB memenuhi seluruh standar. Langkah konkret yang akan dilakukan antara lain peningkatan tata kelola persampahan dan revitalisasi TPA Batu Putih menjadi sanitary landfill berstandar nasional.

“Kami menargetkan nilai penilaian di atas 60, karena di bawah angka tersebut daerah akan dikategorikan sebagai kabupaten kotor. Target ini adalah bagian dari roadmap pencapaian Adipura 2025,” ungkap Bupati Amar, Rabu (06/08/2025).

Dengan strategi tersebut, Pemkab Sumbawa Barat optimis dapat memenuhi persyaratan, meraih penghargaan Adipura, sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *