Tokoh

Relokasi Rusa: Ikon Sejarah dan Lingkungan Menuju Aset Wisata Baru Sumbawa

490
×

Relokasi Rusa: Ikon Sejarah dan Lingkungan Menuju Aset Wisata Baru Sumbawa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Rusa di Sumbawa bukan sekadar satwa liar, melainkan simbol historis yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat Kesumbawaan. Keberadaannya menjadi representasi harmoni antara manusia dan alam yang telah terjaga secara turun-temurun.

 

iklan

Kini, demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesinambungan populasi, wacana relokasi rusa kembali mengemuka sebagai langkah strategis yang berorientasi pada masa depan.

 

Tokoh muda Sumbawa, Alwan Hidayat, S.Pd.I., N.L.P., memandang relokasi ini bukan hanya proses pemindahan fisik semata, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian simbolik yang dilakukan secara sistematis dan ramah lingkungan.

 

“Ini adalah langkah penting. Rusa merupakan bagian dari identitas budaya kita. Relokasi yang dikelola dengan baik akan menjamin keberlangsungan ekosistem sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya kepada media ini, Rabu (18/06/2025).

 

Salah satu lokasi yang diusulkan sebagai kawasan relokasi adalah area pembangunan Batalyon TNI. Lokasi ini dinilai strategis dan cocok untuk dikembangkan menjadi lar (kandang) tematik dengan pengawasan langsung oleh aparat keamanan.

 

“Keamanan satwa lebih terjamin. Konsep lar ini bisa diarahkan sebagai kawasan konservasi, edukasi lingkungan, dan destinasi wisata tematik,” tambah Alwan.

 

Ia menegaskan bahwa pembangunan kandang rusa harus mengacu pada standar konservasi yang tinggi, termasuk penggunaan pagar pengaman yang kokoh untuk melindungi satwa dari potensi gangguan eksternal.

 

Lebih dari itu, kawasan ini diyakini akan menjadi daya tarik wisata berbasis pelestarian alam, sekaligus memperkuat narasi sejarah rusa dalam konteks pembangunan berkelanjutan.

 

Terkait usulan relokasi ke Pulau Moyo, Alwan menyarankan agar rencana tersebut dikaji lebih mendalam. Meskipun Pulau Moyo merupakan kawasan lindung, ia menilai aspek keamanan bagi satwa masih perlu dipertimbangkan secara matang.

 

“Perlu kajian mendalam. Kita harus pastikan relokasi benar-benar aman dan memberi dampak positif. Salah satu alternatif yang saya tawarkan adalah wilayah Kerekeh, yang lokasinya berdekatan dengan area Batalyon TNI yang saat ini tengah dalam proses pembangunan,” jelasnya.

 

Lebih dari sekadar solusi lingkungan, Alwan melihat relokasi rusa sebagai peluang untuk menghidupkan kembali nilai historis rusa dalam bentuk yang modern, terkelola, dan tetap bermakna bagi masyarakat Sumbawa.

“Relokasi ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mempertegas posisi rusa sebagai warisan budaya hidup—bukan sekadar dikenang, melainkan dilestarikan dan dimanfaatkan secara berdaya guna untuk generasi mendatang,” tutupnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *