Politik pemerintahan

Barapan Kebo Meriahkan HUT Desa Lamenta, Kadis Kominfotiksandi: Budaya Lokal Harus Jadi Penggerak Ekonomi

148
×

Barapan Kebo Meriahkan HUT Desa Lamenta, Kadis Kominfotiksandi: Budaya Lokal Harus Jadi Penggerak Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan dukungannya terhadap pelestarian budaya lokal. Kali ini, Barapan Kebo (kerapan kerbau) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Desa Lamenta, Kecamatan Empang, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfotiksandi), Drs. Hasanuddin, yang hadir mewakili Bupati Sumbawa. (25/05/2025).

 

iklan

Acara yang berlangsung meriah di arena pacuan Desa Lamenta itu diikuti oleh 390 peserta dari berbagai daerah. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar), Anggota DPRD Dapil 3, Kepala Desa Lamenta, serta ratusan warga dan pecinta kerapan kerbau.

 

Dalam laporannya, Kepala Desa Lamenta, H. Sirajuddin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa acara Barapan Kebo bukan hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga simbol kebersamaan dan upaya pelestarian budaya warisan leluhur.

 

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh komunitas kerapan kerbau serta para donatur. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kadis Kominfotiksandi Drs. Hasanuddin dalam sambutannya menyampaikan salam hormat dari Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas di luar daerah.

 

“Bapak Bupati menitipkan salam hangat untuk seluruh masyarakat Lamenta. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen bahwa pemerintah senantiasa hadir dalam setiap kegiatan pembangunan dan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Hasanuddin juga mengapresiasi Pemerintah Desa Lamenta atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan budaya yang dinilainya bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga potensi ekonomi.

 

“Karapan kerbau adalah keunikan budaya lokal yang bisa menjadi daya tarik wisata dan mendongkrak perekonomian masyarakat. Nilai jual ternak meningkat, dan peternakan kerbau pun berkembang. Kami berharap kegiatan ini bisa dijadikan agenda tahunan desa,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus melestarikan budaya sebagai bagian dari strategi pengembangan daerah.

 

“Dengan mempertahankan dan mengembangkan tradisi seperti ini, kita tidak hanya menjaga jati diri budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Barapan Kebo tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, menandai semangat warga Lamenta dalam menjaga tradisi sekaligus merayakan hari jadi desa mereka dengan penuh semangat kebersamaan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *