Sumbawa, Bintangtv.id – Berdasarkan prediksi yang dirilis oleh Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, awal musim kemarau di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat diprediksi akan dimulai pada akhir April 2025. Dan Analisis Curah Hujan Dasarian I (01 – 10 Mei 2025) menunjukkan bahwa wilayah tersebut telah terindikasi masuk musim kemarau dimana intensitas curah hujannya di bawah 50 mm.
Kepala BMKG Sumbawa Besar, Samriyanto, Jumat (16/05/2025), menjelaskan, meskipun secara umum wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat telah memasuki musim kemarau, hujan yang terjadi masih terus berlangsung dan dipicu oleh dinamika atmosfer yang signifikan.
“Prediksi pada Dasarian II (11 – 20 Mei 2025) masih terdapat potensi hujan, namun dengan peluang terbesar curah hujan tetap berada di bawah 50 mm,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan press rilis yang beberapa hari yang lalu dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Lombok bahwa fenomena hujan yang terjadi ini disebabkan oleh berbagai faktor dinamika atmosfer, antara lain aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Rossby, perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB, kelembapan udara yang tetap tinggi di berbagai ketinggian, serta labilitas atmosfer yang kuat yang memicu pembentukan awan hujan secara masif.
“Selain itu, adanya anomali suhu muka laut yang bernilai positif di perairan sekitar NTB juga berkontribusi pada peningkatan penguapan, menambah massa uap air di atmosfer yang memperkuat potensi hujan,” ungkapnya.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang masih mungkin terjadi, terutama di wilayah-wilayah rawan bencana,” imbuhnya. (01)












