Umum

Waka DPRD KSB Desak Pemda Lakukan Pengendalian dan Pemusnahan Anjing Liar Pasca Serangan terhadap Lansia Disabilitas

259
×

Waka DPRD KSB Desak Pemda Lakukan Pengendalian dan Pemusnahan Anjing Liar Pasca Serangan terhadap Lansia Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id— Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Badaruddin Duri, mendesak Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah tegas dalam pengendalian dan pemusnahan anjing liar menyusul insiden tragis yang menimpa seorang lansia tuna netra di Lingkungan Sebubuk, Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang.

 

iklan

Korban, Amaq Mul, diserang seekor anjing liar pada Senin pagi, 7 April 2025 sekitar pukul 06.20 WITA, bahkan hingga masuk ke dalam rumahnya. Serangan tersebut menyebabkan luka serius pada korban yang harus segera dilarikan ke RSUD Asy-Syifa’. Saat ini, korban dilaporkan dalam kondisi kritis dan akan dirujuk ke Mataram untuk perawatan lebih lanjut.

 

“Kejadian ini sangat memilukan. Bayangkan, seekor anjing liar sudah berani masuk rumah dan menyerang lansia yang tidak berdaya. Ini bukan lagi sekadar gangguan—ini adalah ancaman serius bagi keselamatan warga,” tegas Badaruddin Duri saat menjenguk korban di rumah sakit.

 

Politisi yang akrab disapa Dewan Duri ini menyayangkan lambannya respons terhadap keluhan masyarakat yang selama ini telah berulang kali melaporkan keberadaan anjing liar di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan anjing liar yang tak terkendali harus segera ditindak melalui kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan.

 

“Sudah sering warga mengeluh, tapi tanpa tindakan tegas, kejadian seperti ini bisa terus terulang. Pemerintah daerah harus hadir dan bertindak,” ujarnya.

Duri mendorong Pemda KSB untuk segera melakukan pendataan, penertiban, dan pemusnahan anjing liar yang tidak bertuan, khususnya yang berpotensi menyebarkan rabies. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah menghadapi ancaman hewan liar, serta prosedur pelaporan ke pihak berwenang.

Ia meminta agar insiden ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengendalian populasi hewan liar di KSB. Duri juga mengingatkan pentingnya sinergi antarinstansi seperti Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta aparat kelurahan dan desa.

“Ini harus jadi pelajaran bersama. Jangan sampai ada korban jiwa berikutnya. Hari ini seorang lansia, besok bisa jadi anak kecil atau siapa pun. Pemerintah harus bergerak sebelum semuanya terlambat,” tutupnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *