Headline

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB hingga 6 Februari 2025

419
×

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di NTB hingga 6 Februari 2025

Sebarkan artikel ini
Sumbawa, Bintangtv.id – Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Satria Topan Primadi, mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi hingga 6 Februari 2025.

Dalam rapat koordinasi daring bersama BMKG kabupaten/kota se-NTB dan BPBD, Ia menyampaikan bahwa wilayah NTB sudah memasuki musim hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Sejumlah daerah telah mengalami luapan air dan banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer, antara lain, aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuator, yang meningkatkan potensi hujan di wilayah NTB.

iklan

 

Potensi TC Genesis di Selatan NTB, yang membentuk daerah belokan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi), sehingga memaksimalkan pertumbuhan awan hujan.

 

Akibatnya, potensi hujan lebat disertai angin kencang diprakirakan terjadi di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, dan Kota Bima pada pagi hingga malam hari.

Selain cuaca buruk, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan NTB pada 31 Januari – 6 Februari 2025, dengan rincian:

  • Tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB.
  • Tinggi gelombang meningkat menjadi 2,5 – 4,0 meter pada 2 – 6 Februari 2025 di wilayah yang sama.

Masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, diminta meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum melaut.

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, BMKG STAMET ZAM juga meluncurkan produk prakiraan cuaca daerah rawan banjir dan longsor untuk memberikan informasi lebih rinci terkait potensi bencana di NTB.

 

BMKG mengimbau masyarakat untuk:l, Memastikan saluran air lancar guna mencegah banjir akibat luapan air. Menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan. Memangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh untuk menghindari risiko tumbang akibat angin kencang. Menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting dan kebutuhan darurat. Meningkatkan kewaspadaan saat bepergian dan selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.

 

BMKG juga mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi sepekan ke depan. (03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *