SUMBAWA, Bintangtv.id – Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumbawa pada 2025 mencapai 1,24 persen, melampaui pertumbuhan IPM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tercatat sebesar 1,19 persen. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan pembangunan manusia di Kabupaten Sumbawa.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu aspek penting dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan menuju Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa, pertumbuhan IPM pada 2022 tercatat sebesar 1,27 persen, kemudian meningkat menjadi 1,37 persen pada 2023. Namun, pada 2024 pertumbuhannya melambat menjadi 0,95 persen sebelum kembali menguat menjadi 1,24 persen pada 2025.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan IPM Sumbawa kembali melampaui angka provinsi. Meski demikian, capaian ini perlu diikuti dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan IPM yang melampaui angka provinsi merupakan salah satu indikator perkembangan pembangunan manusia di Kabupaten Sumbawa. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kemajuan tersebut dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” kata bupati (24/10/2026).
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pembangunan manusia tidak hanya berkaitan dengan pencapaian angka statistik, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang memadai, serta terbukanya kesempatan ekonomi dan lapangan kerja.
“IPM sendiri merupakan indikator pembangunan manusia yang mencakup tiga dimensi utama, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Ketiga dimensi tersebut menjadi tolok ukur untuk melihat perkembangan kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah,” katanya.
Dalam dimensi kesehatan, peningkatan kualitas dan keterjangkauan pelayanan kesehatan menjadi bagian penting untuk mendukung masyarakat hidup lebih sehat. Sementara dalam bidang pendidikan, pemerataan akses dan peningkatan mutu pembelajaran diperlukan untuk memperkuat kapasitas generasi muda.
“Adapun pada dimensi standar hidup layak, penguatan ekonomi masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan pendapatan menjadi faktor penting agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata,” ungkap H. Jarot.
“Kita terus mendorong evaluasi pembangunan berbasis data agar program pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya lagi.
“Keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari angka pertumbuhan. Kita juga perlu memastikan bahwa pelayanan kesehatan semakin baik, akses pendidikan semakin luas, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” imbuhnya.
Di sisi lain, perkembangan IPM perlu dicermati bersama indikator penyusunnya untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai aspek pembangunan yang mengalami kemajuan maupun yang masih membutuhkan perhatian.
Keterbukaan informasi mengenai capaian pembangunan juga menjadi bagian penting dalam mendorong partisipasi masyarakat. Data yang terukur dan dapat diakses publik memungkinkan masyarakat mengetahui perkembangan daerah sekaligus ikut mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Dengan evaluasi yang berkelanjutan dan kebijakan yang tepat sasaran, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan diharapkan dapat memperkuat pembangunan manusia di Kabupaten Sumbawa.
Capaian pertumbuhan IPM sebesar 1,24 persen pada 2025 menjadi salah satu pijakan untuk melanjutkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan demi mewujudkan Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera. (01)












