Pariwisata

Gong Genang Iringi Barampok Maras, Tradisi Tau Samawa Kembali Bergema di Taliwang

21
×

Gong Genang Iringi Barampok Maras, Tradisi Tau Samawa Kembali Bergema di Taliwang

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Dentingan Gong Genang berpadu dengan riuh masyarakat mengiringi pelaksanaan Barampok Maras di Alun-Alun Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi masyarakat Tau Tanah Samawa yang selama ini lekat dengan kehidupan agraris. Barampok Maras secara turun-temurun dikenal sebagai permainan rakyat yang digelar masyarakat setelah musim panen sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian.

iklan

Tradisi itu kembali dihadirkan dalam suasana yang lebih meriah dengan melibatkan berbagai unsur seni dan budaya Samawa. Selain permainan Barampok Maras, rangkaian acara juga diisi dengan penampilan tarian daerah serta iringan musik tradisional Gong Genang.

Perpaduan tersebut menjadikan Barampok Maras bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Pelaksanaan Barampok Maras kali ini diinisiasi Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat dan Hari TNI.

Ketua MPC Pemuda Pancasila KSB, Agusti Lanang Mediar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Menurutnya, pelestarian budaya lokal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar tradisi yang mulai jarang digelar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Pemuda Pancasila KSB mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Barampok Maras. Kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa menjadi agenda rutin,” kata Agusti.

Ia berharap kegiatan budaya seperti Barampok Maras ke depan dapat dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata daerah. Menurutnya, pelestarian budaya sekaligus dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi bagian dari objek wisata budaya yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan UMKM,” ujarnya.

Agusti juga menegaskan komitmen Pemuda Pancasila untuk mengambil bagian dalam menghidupkan kembali adat dan budaya Tau Tanah Samawa. Salah satunya melalui kolaborasi antara permainan rakyat Barampok Maras dengan kesenian tradisional Gong Genang.

“Komitmen kami adalah terus membangkitkan kembali budaya adat Tau Tanah Samawa. Salah satunya melalui kolaborasi Gong Genang dengan Barampok Maras,” katanya.

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Barampok Maras yang digelar sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat.

Menurut Amar, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

“Suasana boleh panas, tetapi hati kita tetap tenang. Karena kegiatan ini merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya Samawa,” ujar Amar dalam sambutannya.

Pesan tersebut sekaligus menggambarkan karakter Barampok Maras sebagai permainan rakyat yang memiliki unsur kegembiraan dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Samawa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pelaksanaan Barampok Maras juga mendapat perhatian dari Tim Unlock Indonesia program Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata diwakili oleh Hassan Alaydrus, yang hadir langsung menyaksikan kegiatan tersebut di Kota Taliwang.

Hassan mengaku senang melihat kembali hadirnya pesta rakyat yang melibatkan masyarakat sekaligus menampilkan kekayaan budaya daerah.

“Jujur saya senang banget dengan adanya pesta rakyat dan hiburan buat rakyat seperti ini,” kata Hassan.

Ia menilai kegiatan budaya semacam Barampok Maras penting untuk terus dilaksanakan agar tidak hilang dari kehidupan masyarakat.

Menurutnya, Barampok Maras merupakan tradisi yang sudah lama tidak digelar secara rutin sehingga kemunculannya kembali menjadi momentum penting bagi pelestarian budaya lokal.

“Acara semacam ini tidak boleh hilang dan harus rutin dilaksanakan. Katanya ini sudah lama tidak dilaksanakan dan sekarang digelar kembali. Kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan,” ujarnya.

Kehadiran Gong Genang dalam pelaksanaan Barampok Maras semakin memperkuat identitas budaya yang ditampilkan. Musik tradisional tersebut tidak hanya menjadi pengiring acara, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi seni masyarakat Samawa.

Dengan kembali digelarnya Barampok Maras, masyarakat KSB tidak sekadar menghadirkan permainan tradisional sebagai tontonan. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kembali generasi muda dengan warisan budaya Tau Tanah Samawa, sekaligus membuka peluang pengembangan wisata berbasis budaya dan ekonomi kerakyatan.

Tradisi yang lahir dari kehidupan agraris masyarakat Samawa itu kini mendapat ruang baru di tengah kehidupan modern. Barampok Maras dan Gong Genang menjadi simbol bahwa budaya lokal dapat terus hidup apabila dirawat, ditampilkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(02)