KSB

Posyandu Naik Kelas di Sumbawa Barat: Dari Layanan Dasar Menuju Pusat Kesehatan Terintegrasi Berbasis Masyarakat

21
×

Posyandu Naik Kelas di Sumbawa Barat: Dari Layanan Dasar Menuju Pusat Kesehatan Terintegrasi Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai menyiapkan transformasi besar layanan Posyandu. Tidak lagi sekadar tempat penimbangan bayi dan pelayanan rutin bulanan, Posyandu diarahkan menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi yang aktif, responsif, dan menyentuh seluruh siklus kehidupan masyarakat.

Langkah strategis tersebut dimatangkan melalui Pertemuan Penyusunan Program Kerja Bidang Kesehatan Tim Pembina Posyandu Tahun 2027 yang digelar di Hanipati Resto, Selasa (21/4/2026). Forum ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat arah kebijakan Posyandu ke depan.

iklan

Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat dr. Carlof, melaporkan bahwa Posyandu di daerah tersebut telah berjalan aktif setiap bulan dengan cakupan layanan yang semakin luas. Tidak hanya melayani bayi dan balita, Posyandu kini menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok lanjut usia.

Dari total 232 Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah, terdapat 1.471 kader yang menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan. Sebanyak 95,45 persen kader telah mendapatkan pelatihan, namun masih terdapat 67 kader yang belum terlatih. Kekurangan ini menjadi catatan penting yang akan segera dituntaskan guna memastikan kualitas layanan yang merata.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda prioritas dibahas secara mendalam. Penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan melalui Posyandu menjadi fokus utama, diiringi dengan upaya peningkatan cakupan layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Selain itu, deteksi dini stunting menjadi perhatian serius, mengingat isu ini masih menjadi tantangan nasional. Kapasitas kader juga terus ditingkatkan agar mampu menjalankan fungsi promotif dan preventif secara optimal. Di sisi lain, penguatan sistem data dan pelaporan berbasis digital mulai didorong untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan pengambilan kebijakan.

Inovasi lain yang mulai diperkenalkan adalah program “mabar Posyandu”, sebuah pendekatan integratif yang menggabungkan pelayanan kesehatan dengan pemberian makanan bergizi bagi kelompok sasaran. Program ini diharapkan mampu memperkuat intervensi gizi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi Posyandu sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Ia mengingatkan bahwa program yang berjalan sendiri-sendiri akan sulit mencapai hasil maksimal.

“Kolaborasi menjadi kunci. Jika kita bekerja bersama, maka program yang dirancang akan lebih cepat tercapai dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala DP2KBP3A , para camat, kepala UPTD puskesmas, TP PKK, serta kader Posyandu.

Seluruh pihak sepakat bahwa Posyandu harus menjadi gerakan bersama yang benar-benar menggerakkan masyarakat. Fokus diarahkan pada penguatan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, penanganan tuberkulosis (TBC), serta perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap Posyandu tidak hanya menjadi simbol layanan kesehatan dasar, tetapi juga motor penggerak peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.(02)