Sumbawa barat|Bintangtv.id– Memasuki musim panen di sejumlah wilayah Pulau Sumbawa, Perum Bulog Cabang Sumbawa mengimbau para petani di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) agar memperhatikan usia tanaman padi sebelum melakukan panen. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas dan kuantitas gabah yang dihasilkan tetap optimal.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto, mengatakan bahwa waktu panen yang tepat akan sangat menentukan mutu gabah yang dihasilkan petani. Menurutnya, jika padi dipanen pada usia yang ideal, maka kualitas gabah kering panen (GKP) akan lebih baik sehingga memudahkan proses penyerapan oleh Bulog.
“Petani kami imbau untuk benar-benar memperhatikan usia panen padi. Jika dipanen pada waktu yang tepat, hasil gabah akan lebih maksimal baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Hal ini juga akan mempermudah proses penyerapan oleh Bulog,” ujarnya.
Ia menjelaskan, panen yang dilakukan terlalu cepat atau terlalu lambat dapat mempengaruhi kualitas gabah. Jika panen dilakukan sebelum waktunya, kadar air pada gabah masih tinggi sehingga kualitasnya menurun. Sebaliknya, panen yang terlambat juga berpotensi menyebabkan gabah rontok di sawah dan menurunkan produktivitas hasil panen.
Dalam proses penyerapan gabah petani, Bulog Cabang Sumbawa bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya aparat TNI melalui Babinsa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta dinas terkait di daerah. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyerapan gabah berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Dalam pelaksanaan penyerapan gabah petani, kami bersinergi dengan Babinsa, PPL, serta dinas pertanian setempat untuk melakukan pendataan dan pendampingan kepada petani,” jelasnya.
Hingga tanggal 8 Maret 2026, realisasi penyerapan gabah oleh Perum Bulog Cabang Sumbawa di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat tercatat telah mencapai 771.337 kilogram atau sekitar 771 ton gabah kering panen.
Menurut Ristanto, capaian tersebut menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
Tidak hanya itu. Ia juga menghimbau kepada petani untuk memperhatikan usia panen, Bulog juga berharap kualitas gabah yang dihasilkan semakin baik sehingga proses penyerapan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi petani maupun ketahanan pangan nasional.(02)












