Headline

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sumbawa Barat, Puluhan Rumah Terendam hingga 1 Meter

32
×

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sumbawa Barat, Puluhan Rumah Terendam hingga 1 Meter

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id – Intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebabkan banjir dan lonsor di sejumlah kecamatan. Puluhan rumah warga dilaporkan terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter.Selasa, (24/02/2025)

Berdasarkan data sementara, wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Jereweh. Genangan air merendam permukiman warga di beberapa desa yakni Desa Belo, Desa Beru dan Desa Goa yang juga merendam pasilitas umum.

iklan

Selain Kecamatan Jereweh, banjir juga terjadi di Kecamatan Brang Rea yang merendam sejumlah rumah, yakni Desa Seminar Salit. Hingga kini, pendataan jumlah rumah terdampak masih terus dilakukan.

Sedangkan di Kecamatan Maluk, genangan air setinggi sekitar 50 sentimeter dilaporkan masuk ke Kantor Camat Maluk. Sementara itu, di Kecamatan Sekongkang, banjir mengakibatkan putusnya jembatan penghubung akses wilayah Lingkar Selatan, sehingga aktivitas transportasi warga terganggu.

Sementara di Kecamatan Brang Ene banjir merendam sejumlah rumah warga, lahan pertanian serta pasilitas pendidikan juga mengakibatkan tembok sekolah yang ada di Desa Matayang roboh

Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Petugas juga tengah melakukan pendataan terhadap jumlah kerusakan serta kerugian material yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Warga diimbau tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan.(02)