Sumbawa Barat, Bintangtv.id — Seorang remaja berinisial AF (16) meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan wisata Air Terjun Terpas, Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis (4/12/2025) siang.
Kapolsek Sekongkang Ipda Herman, S.H., M.M.Inov., membenarkan insiden tersebut dan menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban dan rombongannya berwisata ke lokasi air terjun. Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa tragis ini terjadi saat korban bersama sembilan rekannya berangkat menuju Air Terjun Terpas menggunakan beberapa sepeda motor, saat tiba di lokasi. Mereka beristirahat, makan, bersantai, dan mengambil foto di sekitar area air terjun, kemudian korban memutuskan untuk melompat dari sebuah batu besar di tepi air terjun ke arah pusaran air di bawahnya. Namun, begitu memasuki air, korban langsung terseret arus deras ke dasar kolam alami. Salah satu temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun ikut terbawa arus dan terpaksa menyelamatkan diri.
Beberapa menit kemudian, tubuh korban muncul kembali ke permukaan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Para saksi kemudian menarik korban ke tepi sungai dan berupaya memberikan pertolongan awal.
Tidak lama berselang tim medis Puskesmas Sekongkang bersama anggota Polsek Sekongkang dan anggota Koramil,tim rescue dari PT Amman serta warga setempat tiba di lokasi lansung melakukan pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia. Kemudian jenazah lansung dievakuasi menuju Puskesmas Sekongkang.
Ipda Herman menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan teman-teman korban, diketahui tidak memiliki kemampuan berenang, sehingga mudah terseret arus pusaran air terjun.
“Iya, informasi yang kami terima dari temannya bahwa korban tidak bisa berenang sehingga tenggelam,” ujar Ipda Herman.
Lebih lanjut, Kapolsek mengimbau masyarakat, khususnya para pengunjung tempat wisata alam, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena kondisi alam sulit diprediksi dan dapat membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas, terutama di lokasi wisata alam. Kondisi cuaca dan arus air tidak selalu bisa diperkirakan,” tegasnya.(02)












