Sumbawa, Bintangtv.id– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa memproyeksikan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 11,8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas PMD Sumbawa, Rachman Ansori, Senin (3/11/2025) mengatakan bahwa nilai ADD tahun 2026 diperkirakan turun dari Rp153 miliar menjadi Rp132 miliar. Kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap pelaksanaan berbagai program pembangunan di tingkat desa.
“ADD tahun 2026 turun dari Rp153 miliar menjadi Rp132 miliar, sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap pelaksanaan program pembangunan yang ada di desa,” ujar Rachman Ansori.
Menurutnya, penurunan tersebut disebabkan oleh adanya kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah oleh pemerintah pusat. Sementara itu, pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pusat mengenai program prioritas yang akan dilaksanakan di desa.
“Kami berharap mudah-mudahan anggaran yang sudah kecil tersebut tidak diatur lagi untuk pelaksanaan program prioritas yang ada di masing-masing desa,” harapnya.
Rachman menambahkan, jika nantinya dalam pelaksanaan APBDes terdapat program prioritas yang wajib dilaksanakan di tingkat desa dengan porsi anggaran tertentu, maka dikhawatirkan akan menimbulkan keberatan dari para kepala desa.
“Kami tidak ingin ada lagi program seperti ketahanan pangan sebesar 20 persen, sehingga desa memiliki ruang untuk menjalankan program prioritas lain secara bersamaan,” tegasnya.
Terkait pembagian pagu anggaran untuk masing-masing desa, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat guna menghindari kesalahpahaman dan potensi masalah di kemudian hari.
“Memang ADD kita turun di tahun 2026 karena menurunnya anggaran transfer dari pusat, tetapi hal itu tidak akan berpengaruh besar terhadap pelaksanaan program di desa,” pungkasnya. (01)












