Politik pemerintahan

Pemkab Sumbawa Targetkan PAD 2026 Naik 10 Persen Capai Rp262 Miliar

66
×

Pemkab Sumbawa Targetkan PAD 2026 Naik 10 Persen Capai Rp262 Miliar

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id— Pemerintah Kabupaten Sumbawa memproyeksikan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar 10 persen atau mencapai sekitar Rp262 miliar.

Proyeksi ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo, dalam Rapat Sinkronisasi Data dan Proyeksi Target Pendapatan Tahun 2026 yang digelar untuk memastikan perencanaan fiskal daerah yang akurat, realistis, dan berkeadilan.

iklan

Dr. Budi menjelaskan, sinkronisasi data menjadi langkah penting untuk memetakan potensi riil pendapatan daerah secara komprehensif.

Ia menegaskan bahwa pendekatan baru ini tidak hanya berpatokan pada realisasi dan capaian tahun-tahun sebelumnya, tetapi berangkat dari potensi ekonomi yang sebenarnya dimiliki Kabupaten Sumbawa.

“Selama ini kita cenderung melihat dari realisasi dan target sebelumnya. Sekarang kita ingin memulainya dari potensi riil yang dimiliki Sumbawa. Dari situ baru kita bisa menetapkan proyeksi pendapatan yang lebih rasional,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

 

Menurut Sekda, pemerintah daerah juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perangkat daerah pengampu pendapatan. Evaluasi ini bertujuan memastikan target yang ditetapkan sesuai dengan kapasitas ekonomi daerah.

 

“Kita ingin memastikan target yang kita pasang tidak terlalu rendah maupun tidak terlalu tinggi. Ada beberapa sektor yang realisasinya lebih dari 100 persen, artinya mungkin target awalnya belum mencerminkan potensi sebenarnya,” tambahnya.

 

Secara umum, kinerja pendapatan daerah menunjukkan tren peningkatan positif. Berdasarkan data terakhir, pendapatan daerah mengalami kenaikan sekitar 9,58 persen dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah daerah menargetkan rata-rata pertumbuhan PAD sebesar 10 persen sesuai arah kebijakan RPJMD.

 

Untuk tahun 2026, PAD Kabupaten Sumbawa diproyeksikan naik dari Rp241 miliar pada 2025 menjadi sekitar Rp262 miliar. Upaya sinkronisasi data ini diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan fiskal yang lebih terukur dengan memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah serta optimalisasi sektor-sektor unggulan di Sumbawa.

 

“Dengan sinergi semua pihak, kita yakin dapat menjaga keberlanjutan fiskal daerah sekaligus mendukung pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan,” tutup Sekda. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *