Umum

Lapas Sumbawa Tanam 15 Hektar Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

69
×

Lapas Sumbawa Tanam 15 Hektar Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi cita-cita Presiden H. Prabowo Subianto, Lapas Sumbawa Besar kembali melaksanakan penanaman jagung serentak di lahan lebih dari 15 hektar di Sai Ai Maja, Jumat (14/11).

 

iklan

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas NTB), Anak Agung Gede Krisna Amd.IP., SH., MH., didampingi Kalapas Sumbawa Besar Purniawal serta jajaran Kalapas dan Rutan se-Pulau Sumbawa.

 

Agung menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Hukum dan HAM tentang 13 program akselerasi, salah satunya pembinaan kemandirian melalui optimalisasi lahan di seluruh lapas.

 

“Hari ini memasuki periode kedua program ketahanan pangan di Lapas Sumbawa Besar, dengan total lahan 15 hektar dan melibatkan sekitar 100 warga binaan. Dampaknya sudah mulai terlihat,” ujar Agung.

 

Ia menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya dilakukan di Sumbawa, tetapi juga di hampir seluruh lapas di Lombok dan Sumbawa. Lapas Lombok Barat dan Rutan Praya fokus pada tanaman padi dan hortikultura, Lapas Selong mengembangkan hortikultura serta jagung, sementara Lapas Dompu juga aktif di bidang pertanian.

 

“Lapas Sumbawa sendiri menggarap pertanian jagung, perkebunan, hingga perikanan,” katanya lagi.

 

Tahun ini, Lapas Sumbawa mencatat hasil panen yang signifikan: 92 ton jagung, 35 ton gabah, dan 7,5 ton mentimun. “Semua ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang kami jalankan untuk mendukung program Presiden,” ungkap Agung.

 

Selain jagung dan padi, pengembangan hortikultura terus digencarkan melalui pemanfaatan lahan untuk menanam sayuran seperti kubis, kol, dan cabai. “Kami berkomunikasi dengan berbagai pihak agar hasil ini bisa ikut memasok kebutuhan Makanan Bergizi (MBG). Tidak ada lahan yang kami biarkan kosong,” tegasnya.

 

Agung menambahkan, hasil panen program ketahanan pangan ini dikelola melalui koperasi. Warga binaan yang aktif dalam program akan mendapatkan premi, dan setelah bebas, mereka telah memiliki bekal tabungan serta keterampilan kerja.

 

“Kami berharap program kemandirian seperti ini terus berjalan dan berkembang setiap tahun, sejalan dengan arahan Presiden dan Kementerian Hukum dan HAM,” tutupnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *