KSB

Dinkes KSB Gelar Sosialisasi TBC di Desa Lampok: Perkuat Komitmen Menuju Eliminasi TBC 2030

135
×

Dinkes KSB Gelar Sosialisasi TBC di Desa Lampok: Perkuat Komitmen Menuju Eliminasi TBC 2030

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar kegiatan sosialisasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, pada Jumat, 21 November 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya mewujudkan Eliminasi TBC Tahun 2030.

Acara sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS, MQM, serta dihadiri oleh Kepala Puskesmas Brang Ene, pemerintah desa, Babinsa, Agen Gotong Royong, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.

Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Berdasarkan kajian Kementerian Kesehatan bersama WHO (2025), diperkirakan lebih dari 140.000 kasus TBC belum terdiagnosis pada tahun 2023 akibat masalah deteksi dan pelaporan.

Kementerian Kesehatan memperkirakan jumlah kasus TBC di Indonesia mencapai 1,06 juta kasus per tahun, dengan angka kematian mencapai 136.000 jiwa setiap tahunnya. Pada tahun 2024, sekitar 81% kasus berhasil ditemukan, dan 90% dari kasus yang terdeteksi telah mendapatkan pengobatan.

Data tersebut menunjukkan bahwa meski upaya penanggulangan telah berjalan, masih dibutuhkan kerja lebih besar terutama dalam edukasi dan deteksi dini di tingkat masyarakat.
Dalam sambutannya, dr. Carlof menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan jika ditangani dengan benar.“Kunci pengendalian TBC adalah diagnosis dini, pengobatan tepat, serta kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Namun upaya ini tidak bisa berhasil tanpa peran aktif masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mengenali gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, berkeringat malam, dan penurunan berat badan. Masyarakat juga didorong untuk tidak memberikan stigma kepada pasien TBC agar mereka merasa aman untuk berobat hingga tuntas.

Pemerintah telah meluncurkan berbagai program percepatan eliminasi TBC, antara lain pemeriksaan TBC secara gratis, penyediaan obat anti-TBC (OAT) tanpa biaya, peningkatan jejaring layanan TBC dari puskesmas hingga rumah sakit, kampanye edukasi untuk menekan stigma, pelibatan kader desa dan tokoh masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemerintah desa dan tenaga kesehatan berharap masyarakat semakin aktif dalam melakukan pemeriksaan dini dan mendukung pasien agar tidak berhenti berobat sebelum sembuh.

Dinas Kesehatan KSB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program 100% D BesT (Desa Bebas TBC) sebagai langkah nyata menuju target Eliminasi TBC 2030.“Menghadapi TBC adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja kolaboratif dan kesadaran masyarakat, kita bisa menghentikan penularan dan menciptakan generasi yang lebih sehat,” tegas dr. Carlof.

Dinkes KSB berkomitmen untuk terus hadir dan bekerja melayani masyarakat dalam upaya menurunkan kasus TBC hingga tuntas.(02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *