Politik pemerintahan

Bupati Buka Rakor Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba, Tekankan Pencegahan Dimulai dari Keluarga

115
×

Bupati Buka Rakor Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba, Tekankan Pencegahan Dimulai dari Keluarga

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., membuka Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba Tahun 2025 di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini turut dihadiri anggota Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

 

iklan

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa saat ini berada pada kategori Tanggap terhadap ancaman narkoba. Capaian ini dinilai penting, namun bukan alasan untuk berpuas diri. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan status menjadi Sangat Tanggap melalui penguatan program pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi.

 

Bupati juga mengungkapkan data rehabilitasi yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa. Pada tahun 2025, BNNK menetapkan target 69 klien rehabilitasi, namun hingga Oktober telah tercapai 96 klien atau sekitar 139 persen dari target. Meski menunjukkan capaian program, angka tersebut sekaligus menandakan masih banyak masyarakat yang terjerat penyalahgunaan narkoba.

 

Menurut Bupati, kondisi ini menjadi peringatan bahwa narkoba merupakan musibah besar yang menyerang keluarga dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan paling efektif harus dimulai dari keluarga sebagai garda terdepan, bukan semata-mata diserahkan kepada BNN atau aparat penegak hukum.

 

Lebih jauh, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah, baik pemerintah daerah, kepolisian, dunia usaha, maupun masyarakat. Setiap instansi memiliki peran masing-masing, namun peran tersebut tidak akan berarti jika tidak saling terhubung dalam satu tujuan bersama, yakni memerangi narkoba.

 

Bupati menambahkan bahwa menjadikan Sumbawa sebagai Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba bukan hanya tentang meraih status tertentu, melainkan tentang membangun cara pandang baru. Pertama, bahwa pencegahan jauh lebih murah dan lebih mudah dibanding penanganan. Kedua, bahwa orang tua merupakan benteng pertama dalam melindungi generasi muda. Ketiga, aparatur pemerintah harus menjadi teladan dalam pemberantasan narkoba, bukan justru terlibat dalam penyalahgunaannya.

 

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Bupati berharap Sumbawa mampu memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman narkotika dan meningkatkan status ketanggapan pada tahun mendatang. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *