Sumbawa, Bintangtv.id – Kondisi jalan di wilayah Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, NTB, menuju Dusun Prajak saat ini kian memprihatinkan. Kepala Desa Batu Bangka, H. Abdul Wahab, mengungkapkan badan jalan yang ambles hanya tersisa sekitar satu meter lagi. Selain itu, sejak Februari 2024 jalan juga tertimbun material longsor dan hingga kini belum ada perbaikan.
“Jalan masih bisa dilewati, tapi kondisinya sangat mengkhawatirkan. Apalagi menjelang musim hujan, dikhawatirkan akan semakin parah,” ungkap Kades.
Ia menyebut sudah melayangkan surat kepada Gubernur NTB, namun hingga kini belum mendapat respon. Meski jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sumbawa untuk mencari solusi sementara.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Lunyuk Rea, Rendra Saputra. Ia menuturkan jalan satu-satunya penghubung Sumbawa ke Lunyuk juga sangat rawan. Belum lama ini, sebuah truk dilaporkan terbalik akibat kondisi jalan yang rusak.
“Kami sering melakukan perbaikan swadaya dengan bantuan swasta, tetapi itu tidak mungkin dilakukan terus-menerus karena terbatas dan sifatnya hanya sementara. Kami minta pemerintah provinsi agar serius memperbaiki jalan ke desa kami ini,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Jalan Provinsi Pulau Sumbawa bagian Barat Dinas PUPR NTB, Mustafa ST, MT, yang mengawasi dan menangani dua kabupaten yaitu kabupaten sumbawa dan sumbawa barat menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
“Saat ini kami memang mengalami kekurangan anggaran untuk perbaikan di beberapa titik ruas jalan yang rusak, termasuk didesa Batu Bangka–Prajak pada ruas simpang negara Moyo – lua air dan jalan Sumbawa–Lunyuk ruas tatar batas Sumbawa Barat – Lunyuk dan lingkar selatan jalan putus lokasi desa Sekongkang dan jalan putus lokasi liang see rua benete – Sejorong – tatar. Kami upayakan ada penanganan di APBD Perubahan 2025, yang saat sedang dalam proses pembahasan walaupun kemungkinan belum maksimal karena keterbatasan anggaran,” jelas Mustafa.
Ia menambahkan, untuk jalur lingkar selatan kabupaten Sumbawa Barat KSB untuk penanganan perbaikan jalan akan didukungan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) ini masih dalam proses pembahasan waktu pelaksanaan untuk segera dikerjakan jalan yang longsoran dan jalan putus .
“Kami dari Balai pemeliharaan jalan provinsi dinar PUPR Provinsi NTB, mengunggu perkembangan kedepan dari hasil pembahasan teknis dengan tim eksternal PT Amman Mineral Nusa Tenggara,” pungkasnya. (01)












