Sumbawa Barat, Bintangtv.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan dengan mengukuhkan Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov. sebagai Ibunda Guru Kabupaten Sumbawa Barat. (31/07/2025)
Pengukuhan ini dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) masa bhakti 2025–2030 yang berlangsung di Hanipati Resto, Taliwang.
Acara ini turut dihadiri oleh Bupati H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua PGRI KSB, Koordinator Wilayah PGRI se-Pulau Sumbawa, serta para kepala sekolah dari seluruh KSB.
Dalam sambutannya, Bupati Amar menyampaikan apresiasi atas kiprah PGRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan sektor pendidikan. Ia menyoroti capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan di Sumbawa Barat yang telah mencapai 97 persen, dan menargetkan angka 100 persen hingga akhir tahun 2025.
“Capaian ini menjadi fondasi untuk memperluas inovasi layanan pendidikan yang merata di seluruh wilayah KSB,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa KSB menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi NTB yang secara konsisten mengalokasikan anggaran khusus untuk sertifikasi guru agama. Ini mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap peningkatan kapasitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Ia pun mengajak para guru untuk aktif mendukung berbagai program daerah, termasuk Kartu Sumbawa Barat Maju, serta mengedepankan komunikasi yang bijak dan edukatif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Hj. Hanipah dalam kapasitasnya sebagai Ibunda Guru KSB, menyampaikan ajakan kepada seluruh tenaga pendidik agar menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh inovasi.
Ia berharap kepengurusan PGRI yang baru mampu menjadi penggerak kemajuan pendidikan dengan memperkuat integritas dan adaptivitas para guru menghadapi tantangan zaman.
“Guru adalah pilar utama pendidikan. Kita harus terus berinovasi dan menjaga semangat kolaborasi demi mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter,” pungkasnya.
Dengan momentum ini, diharapkan semangat kolektif antara pemerintah daerah, PGRI, dan para guru dapat mendorong transformasi pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di Bumi Pariri Lema Bariri. (02)












