Sumbawa, Bintangtv.id– Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memainkan peran vital dalam mendorong perekonomian nasional, khususnya dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, kisah inspiratif datang dari Maulita Rizky Afriliyana, pemilik usaha kuliner Nasi Bakar Dapur Liyana.
Dikenal akrab sebagai Mbak Liyana, ia memulai usahanya setelah kembali dari perantauan di Malang, Jawa Timur, akibat pandemi COVID-19 dan alasan keluarga. Meski berlatar belakang pendidikan ekonomi dan sempat bekerja di sektor pertambangan, ia memutuskan untuk tetap produktif saat kembali ke kampung halaman.
“Awalnya karena bosan di rumah dan ingin tetap berkegiatan. Dari situ muncul ide untuk jualan nasi bakar,” ungkapnya dalam wawancara bersama mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dalam proyek studi kasus UMKM.
Cita Rasa Khas dan Inovasi Produk
Nasi Bakar Dapur Liyana hadir dengan keunikan tersendiri. Nasi yang dicampur dengan lauk dan sayuran dibungkus daun pisang, lalu dibakar ulang di tempat penjualan saat ada pesanan. Proses ini tidak hanya menjaga kehangatan, tetapi juga menjamin kehigienisan produk.
Yang membuat produk ini semakin istimewa adalah penggunaan minyak zaitun dalam proses memasak dan sambal khas Sumbawa berbahan belimbing wuluh dan asam jawa.
“Nasi dibungkus di rumah, lalu dibakar ulang saat ada pesanan. Selain lebih segar, nasi juga bisa tahan hingga 12 jam,” jelas Liyana.
Strategi Promosi dan Tantangan Awal
Dengan keterbatasan promosi di awal, Mbak Liyana mengandalkan strategi sederhana seperti pemasaran dari mulut ke mulut, penjualan daring lewat media sosial, dan partisipasi dalam kegiatan Car Free Day.
Meski belum menerima bantuan modal dari pemerintah, ia merasa terbantu dengan adanya fasilitas pendukung dan keikutsertaan dalam berbagai event UMKM.
“Kegiatan seperti bazar itu sangat membantu kami untuk memperluas pasar,” tambahnya.
Harapan dan Rekomendasi
Dalam wawancara tersebut, Mbak Liyana menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih aktif mendampingi pelaku UMKM, khususnya dalam kemudahan perizinan dan akses fasilitas usaha seperti gerobak motor keliling.
“Saya ingin bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, tapi butuh dukungan legalitas dan tempat jualan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil studi kasus, berikut beberapa rekomendasi untuk memperkuat eksistensi UMKM seperti Nasi Bakar Dapur Liyana:
- Digitalisasi UMKM
Pelatihan pemanfaatan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pelanggan. - Kemudahan Akses Perizinan
Penyederhanaan regulasi agar pelaku usaha kecil dapat memperoleh legalitas usaha secara cepat dan efisien. - Inovasi Berkelanjutan
Pengembangan menu, variasi rasa, dan kemasan agar produk tetap menarik dan kompetitif. - Partisipasi dalam Event Lokal
Memperluas jangkauan promosi dan jaringan usaha melalui pameran, bazar, dan festival kuliner.
Profil UMKM: Nasi Bakar Dapur Liyana
- Pemilik: Maulita Rizky Afriliyana
- Jenis Usaha: Kuliner – Nasi Bakar
- Lokasi: Jl. Samota, Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, NTB
- Ciri Khas: Sambal khas berbahan belimbing wuluh dan asam jawa, serta pengolahan higienis berbasis rumah tangga
Tentang Penulis
Tulisan ini merupakan bagian dari proyek akademik mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa, di bawah bimbingan Bapak Abdul Salam, S.E., M.M.
Kelompok 4 MJ23B:
- Rifansyah Agusti (231009054)
- Rifki Dwi Handinata (231009055)
- Linda Meilani Safitri (231009059)
- Putri Kania (231009062)
- M. Yusuf Abdillah (231009064)












