Sosial

Tiga Kecamatan di Sumbawa Barat Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Terdampak Kekeringan

296
×

Tiga Kecamatan di Sumbawa Barat Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Terdampak Kekeringan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat, Bintangtv.id– Kekeringan yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) kian terasa dampaknya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Tercatat ribuan warga di tiga kecamatan kini mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lima kabupaten di NTB berstatus siaga kekeringan, termasuk Sumbawa Barat. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa Barat mencatat sebanyak 4.765 jiwa terdampak yang tersebar di empat desa, yakni:

iklan
  • Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano: 987 jiwa
  • Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano: 1.452 jiwa
  • Desa Lamusung, Kecamatan Seteluk: 1.458 jiwa
  • Desa Seloto, Kecamatan Taliwang: 868 jiwa

Data ini merupakan hasil pembaruan laporan kepala desa yang dikumpulkan antara 24 Juni hingga 13 Agustus 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa Barat, Abdullah, S.Pd, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah tanggap darurat untuk membantu warga terdampak. “Kami telah menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Kiantar, Poto Tano, dan Seloto. Selain itu, kami juga menempatkan tandon air di beberapa titik strategis agar masyarakat lebih mudah mengakses air bersih,” ujarnya.

Abdullah menegaskan, upaya ini merupakan komitmen BPBD dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih selama musim kemarau. Ia juga mengimbau pemerintah desa segera melaporkan jika terjadi kekurangan pasokan air, agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

Selain penyaluran bantuan, BPBD juga mengingatkan warga untuk berhemat dalam penggunaan air, menjaga kebersihan sumber air yang masih tersedia, serta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang bisa memperparah dampak kekeringan.

Musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadapi krisis air bersih yang melanda sebagian wilayah Sumbawa Barat. (02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *