Headline

Cerita Warga Tangkampulit saat Tanah Terbelah: Terdengar Suara Gemuruh Dini Hari Saat Kejadian

807
×

Cerita Warga Tangkampulit saat Tanah Terbelah: Terdengar Suara Gemuruh Dini Hari Saat Kejadian

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id– Bencana pergeseran tanah melanda Dusun Tangkampulit, Desa Tangkampulit, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, NTB, pada Selasa, 11 Februari 2025 pukul 10.20 WITA.

 

iklan

Kepala Desa Tangkampulit Surya Rizkillah, kepada media ini, Rabu (12/02/2025) menceritakan, kejadian terjadi sebanyak 2 kali pukul 10.00 WITA. Kemudian dini hari pukul 2.00 WITA.

 

“Nah yang pukul 2.00 dini hari ini warga mendengar seperti suara gemuruh. Namun karena tengah malam warga mengabaikan. Tapi saat di cek pagi hari terlihat tanah terbelah,” kata kades.

 

Ia menceritakan akibat kejadian ada enam titik tanah terbelah, dengan panjang mencapai 120 meter, lebar hingga 40 cm, dan kedalaman lebih dari satu meter.

 

“Retakan tersebut melewati rumah warga, pekarangan, lapangan, kebun, sawah dan bahkan area pemakaman. Meskipun rumah warga mayoritas rumah panggung sehingga tidak mengalami kerusakan berat, satu unit rumah mengalami kerusakan parah dan telah dilakukan pembongkaran untuk mengantisipasi robohnya bangunan,” katanya.

 

Warga berharap pemerintah memberi bantuan dan solusi, salah satunya relokasi terhadap rumah warga yang terdampak.

 

BPBD Kabupaten Sumbawa bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, aparat kecamatan dan desa, serta relawan kebencanaan langsung turun ke lokasi untuk melakukan assesmen dan kaji cepat.

 

“Sejumlah langkah telah dilakukan, seperti koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, pemantauan perkembangan kejadian, pelaporan, serta penyebaran informasi kepada pihak terkait,” Kata Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa M. Nurhidayat, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Dr. Rusdianto, di lokasi.

 

Saat ini, para korban terdampak masih mengungsi di rumah kerabat mereka. BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti pangan dan air bersih, terpenuhi, serta memitigasi risiko bencana susulan.

 

Akibat kejadian ini, sebanyak 15 rumah terdampak, 37 kepala keluarga (KK) atau 99 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *