Headline

Sumbawa Ajukan Samota dan Bendungan Beringin Sila sebagai Venue Cabor Motorcross dan Dayung di PON XXII 2028

345
×

Sumbawa Ajukan Samota dan Bendungan Beringin Sila sebagai Venue Cabor Motorcross dan Dayung di PON XXII 2028

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Kabupaten Sumbawa resmi mengajukan dua lokasi strategis sebagai venue cabang olahraga (Cabor) untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

 

iklan

Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan diusulkan untuk Cabor dayung, sementara Sirkuit Samota sebagai venue Cabor motorcross. Hal ini disampaikan oleh Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., didampingi Sekretaris Umum, H. Yudi Patria Negara, pada Senin (6/1/2025).

Menurut Abdul Rafiq, Bendungan Beringin Sila merupakan lokasi ideal untuk Cabor dayung. Bendungan yang sebelumnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo ini dikenal sebagai salah satu bendungan terbesar di wilayah NTB.

“Lokasi ini memiliki potensi besar untuk menjadi venue dayung, dan kami berharap dapat disetujui oleh KONI Pusat,” ujar Abdul Rafiq.

Sirkuit Samota juga diajukan sebagai venue Cabor motorcross untuk PON 2028. Sebelumnya, sirkuit ini telah digunakan dalam ajang internasional MXGP dan memperoleh nilai sempurna dari tim penilai.

“Kontur alami Sirkuit Samota menjadi keunggulan utama karena tidak memerlukan banyak biaya persiapan. Jalur akan disesuaikan dengan standar nasional agar sesuai dengan kemampuan crosser Indonesia,” jelas Abdul Rafiq.

Selain Samota dan Beringin Sila, Kabupaten Sumbawa juga telah menyiapkan venue lainnya Stadion Pragas untuk Cabor panahan dan GOR Mampis Rungan untuk dua Cabor beladiri.

Apabila disetujui dua venue ini, Kabupaten Sumbawa akan menjadi tuan rumah untuk lima Cabor di PON XXII. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal seperti perhotelan, transportasi, dan UMKM.

 

“Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung upaya ini agar Sumbawa semakin berperan dalam PON XXII, membawa kebanggaan dan manfaat ekonomi bagi daerah,” tutup Abdul Rafiq. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *