Headline

Pencarian Hari Kedua, Tim Kerahkan Belasan Penyelam: Fokus di Lokasi Pusaran Air

170
×

Pencarian Hari Kedua, Tim Kerahkan Belasan Penyelam: Fokus di Lokasi Pusaran Air

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id – Pencarian hari kedua terhadap seorang anak berinisial G, yang hanyut di Sungai Sampuin pada Senin (20/01/2025), kembali dilakukan sejak pukul 07.00 WITA, Selasa (21/01/2025).

 

iklan

Hampir seratus personel dari berbagai unsur diterjunkan untuk menyisir lokasi dengan fokus di area-area yang dalam dan terdapat pusaran air.

 

Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, M. Nurhidayat, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Dr. Rusdianto, menjelaskan bahwa pencarian melibatkan tim gabungan dari berbagai elemen, termasuk Basarnas, TRC PB, BPBD, Pramuka Peduli, Tagana Dinas Sosial, Polres Sumbawa, Brimob, Sumbawa Grow Up, Porsil PAS, dan masyarakat setempat.

 

“Belasan penyelam kami kerahkan dari Sumbawa Grow Up, Basarnas, Brimob, SatPol Airud Polres Sumbawa, BPBD, dan Porsil PAS. Mereka bekerja bergantian untuk menyisir area yang rawan seperti lokasi dalam dan pusaran air,” ujar Dr. Rusdianto.

 

Pencarian dimulai dari titik awal di Sungai Sampuin, lalu dilanjutkan dengan menyusuri aliran sungai menuju Karang Bage dan hingga ke muara sungai di Karang Padak, lokasi bertemunya aliran sungai dengan laut.

 

“Kami fokus di area-area strategis yang kemungkinan menjadi tempat korban terjebak, seperti bagian yang dalam dan pusaran air. Meski hingga hari ini korban masih berstatus hilang, kami akan terus melakukan pencarian hingga malam hari,” jelasnya.

 

Dr. Rusdianto juga menyampaikan harapannya agar pencarian kali ini membuahkan hasil, sembari meminta masyarakat untuk terus mendoakan. “Kami juga mohon kepada keluarga korban agar tetap bersabar. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” tambahnya.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang anak berinisial G hanyut di Sungai Sampuin saat mandi bersama teman-temannya pada Senin sore. Sungai dalam kondisi meluap akibat banjir. Meski teman-temannya berhasil menyelamatkan diri, korban diduga terseret arus deras dan hingga kini belum ditemukan.

 

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, untuk lebih berhati-hati saat berada di area sungai, terutama ketika intensitas hujan di hulu tinggi dan potensi banjir meningkat.

 

Kejadian ini diharapkan menjadi pengingat penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lingkungan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *