Umum

Mitigasi Banjir di Moyo Hilir dan Moyo Utara, Komisi I DPRD Sumbawa Usulkan Pengelolaan Air Bendungan Batu Bulan

405
×

Mitigasi Banjir di Moyo Hilir dan Moyo Utara, Komisi I DPRD Sumbawa Usulkan Pengelolaan Air Bendungan Batu Bulan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa, Bintangtv.id– Menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi oleh BMKG dengan curah hujan tinggi di wilayah Sumbawa, potensi banjir besar menjadi perhatian serius, khususnya di wilayah hilir seperti Kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zainuddin Sirat, menawarkan langkah antisipasi melalui pengelolaan air Bendungan Batu Bulan.

 

iklan

Menurut Haji Ude—sapaan akrabnya, salah satu solusi untuk mencegah banjir besar adalah dengan menjaga ketinggian air bendungan tetap di bawah level spillway. Dengan cara ini, air hujan dari wilayah hulu akan tertampung di bendungan, mengurangi risiko limpahan langsung ke wilayah hilir.

 

“Ketika curah hujan tinggi dan durasinya lama, wilayah seperti Desa Mokong, Desa Pernek, Desa Boak, Desa Moyo, Desa Poto, Sebewe, Baru Tahan, hingga Desa Kukin hampir selalu dilanda banjir. Jika air bendungan dikelola dengan baik, kita dapat mencegah dampak yang lebih besar,” ujar Haji Ude pada Kamis (26/12/2024).

 

Ia menjelaskan, jika air bendungan melimpah bersamaan dengan intensitas hujan tinggi, banjir besar tidak dapat dihindari. Kondisi ini berpotensi merusak lahan pertanian di wilayah Orong Rea hingga Moyo Utara dan memaksa evakuasi warga di pemukiman yang terdampak.

 

Haji Ude menegaskan pentingnya langkah proaktif dengan membuka pintu air bendungan secara terukur untuk mengurangi volume air di bendungan sebelum hujan deras datang. “Dengan mengelola posisi air di bawah limpahan, bendungan bisa menahan banjir dari wilayah hulu sehingga tidak langsung mengalir ke hilir,” tambahnya.

 

Ia juga meminta otoritas pengelola Bendungan Batu Bulan dan Dam Mamak untuk selalu siaga dan melakukan rekayasa debit air berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG. “Dengan langkah ini, bencana banjir yang rutin melanda dua kecamatan setiap tahun bisa diminimalkan,” pungkas kader Partai Demokrat itu.

 

Langkah mitigasi ini diharapkan dapat mengurangi dampak banjir bagi masyarakat dan infrastruktur di wilayah hilir, sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan rutin yang dihadapi Kabupaten Sumbawa. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *