KSB

Paripurna DPRD, APBD 2027 Pemda KSB Targetkan Pendapatan Rp 1,512 Triliun

14
×

Paripurna DPRD, APBD 2027 Pemda KSB Targetkan Pendapatan Rp 1,512 Triliun

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat-Bintangtv.id-Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp 1,512 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 1,917 triliun.

Rancangan anggaran tersebut disampaikan Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10/2026).

iklan

Rapat paripurna berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dan dipimpin Ketua DPRD KSB Kaharuddin Umar. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, serta undangan lainnya.

Berdasarkan rancangan yang disampaikan, struktur APBD 2027 memuat pendapatan daerah sebesar Rp 1,512 triliun dan belanja daerah sebesar Rp 1,917 triliun. Untuk menutup selisih antara pendapatan dan belanja tersebut, pemerintah daerah merencanakan pembiayaan netto sebesar Rp 405 miliar.

Besaran tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan belanja daerah dalam rancangan APBD 2027 lebih tinggi dibandingkan target pendapatan. Karena itu, pembahasan bersama DPRD menjadi tahapan penting untuk memastikan struktur anggaran, sumber pembiayaan, serta alokasi belanja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam penyampaian Nota Keuangan, Bupati Amar Nurmansyah menjelaskan bahwa penyusunan Raperda APBD 2027 mengusung tema pembangunan, yakni “Akselerasi Pelayanan Dasar, Produktivitas Daerah, dan Pertumbuhan Klaster Ekonomi Baru.”

Tema tersebut menjadi landasan pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan anggaran sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Menurutnya, penyusunan anggaran dilakukan dengan pendekatan yang berorientasi pada hasil. Artinya, program dan kegiatan yang dibiayai melalui APBD diharapkan tidak hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pencapaian target pembangunan daerah.

Penyusunan RAPBD juga mempertimbangkan evaluasi pelaksanaan APBD pada tahun-tahun sebelumnya, potensi riil pendapatan daerah, target kinerja pelayanan publik, prioritas pembangunan, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat penggunaan anggaran lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat.

Bupati Amar menjelaskan, belanja daerah dalam RAPBD 2027 akan diarahkan untuk mendukung berbagai program unggulan pemerintah daerah, termasuk program Kartu Sumbawa Barat Maju.

Program tersebut mencakup tujuh bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, perumahan, pertanian dan peternakan, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sosial.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan dasar sekaligus memberikan dukungan pada sektor-sektor yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, kebijakan anggaran diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, dukungan terhadap sektor perumahan dan sosial diharapkan dapat memperkuat perlindungan serta kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.

Adapun alokasi untuk pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang pengembangan usaha di tingkat lokal.

Meski demikian, besaran alokasi anggaran untuk masing-masing program dan perangkat daerah masih menunggu hasil pembahasan serta penetapan APBD 2027.

Selain program Kartu Sumbawa Barat Maju, pemerintah daerah juga mengarahkan belanja APBD 2027 untuk mendukung program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa.

Program tersebut menitikberatkan pada pengembangan klaster ekonomi daerah, meliputi pertanian, peternakan dan perikanan, pariwisata, serta industri.

Pengembangan klaster ekonomi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor unggulan, memperluas peluang usaha, dan memperkuat kontribusi kegiatan ekonomi terhadap pembangunan daerah.

Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Sementara itu, pengembangan pariwisata dan industri diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru serta mendorong aktivitas usaha yang lebih luas.

Dengan arah kebijakan tersebut, pemerintah daerah berupaya agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pelayanan publik, tetapi juga mendorong penguatan sektor produktif yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Pelaksanaan program-program tersebut tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, target kinerja, dan prioritas pembangunan yang disepakati dalam pembahasan APBD.

Bupati Amar berharap pembahasan Raperda APBD Tahun Anggaran 2027 bersama DPRD Kabupaten Sumbawa Barat dapat berjalan lancar dan diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan anggaran daerah, termasuk mencermati proyeksi pendapatan, rencana belanja, pembiayaan, serta kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui pembahasan bersama DPRD, pemerintah daerah berharap dapat menghasilkan APBD yang realistis, terukur, dan mampu menjawab tantangan pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat pada 2027.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga menargetkan kebijakan anggaran tersebut dapat mempercepat peningkatan pelayanan dasar, memperkuat produktivitas daerah, serta mendorong pertumbuhan klaster ekonomi baru.

Dengan demikian, APBD 2027 diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan program pemerintah, tetapi juga menjadi salah satu penggerak pembangunan daerah dalam mewujudkan Sumbawa Barat Maju Luar Biasa.(02)