KSB

Jelang Barampok Maras 4 Oktober, MPC Pemuda Pancasila KSB Matangkan Venue dan Kesiapan Panitia

6
×

Jelang Barampok Maras 4 Oktober, MPC Pemuda Pancasila KSB Matangkan Venue dan Kesiapan Panitia

Sebarkan artikel ini

Sumbawa barat|Bintangtv.id-Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Barampok Maras yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026.

Selain memastikan kesiapan venue sebagai pusat kegiatan, panitia juga memantapkan seluruh kebutuhan teknis, susunan acara, perlengkapan, dan pengamanan demi menyukseskan kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat.

iklan

Ketua MPC Pemuda Pancasila KSB, Gusti Lanang Mediar, mengatakan persiapan terus dikebut menjelang hari pelaksanaan. Fokus utama panitia saat ini adalah memastikan lokasi kegiatan benar-benar siap, baik dari sisi penataan arena Barampok, fasilitas pendukung, maupun pengaturan ruang bagi peserta dan masyarakat yang akan menyaksikan.

Menurutnya, kesiapan venue menjadi perhatian penting karena Barampok Maras bukan sekadar agenda hiburan, melainkan momentum kebudayaan untuk menghidupkan kembali tradisi dan permainan rakyat yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Tau Tanah Samawa.

“Persiapan terus kami matangkan, terutama venue dan kesiapan seluruh panitia. Kami ingin memastikan pada 4 Oktober nanti semua sudah siap, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, aman dan lancar dari awal sampai selesai,” ujar Gusti Lanang.(2/4/2026)

Ia menjelaskan, penataan venue dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan pelaksanaan kegiatan secara menyeluruh. Mulai dari kesiapan arena permainan, akses keluar-masuk, penempatan peserta dan penonton, fasilitas pendukung, hingga aspek keselamatan dan keamanan.

Di samping kesiapan lokasi, koordinasi internal kepanitiaan juga terus dilakukan. Setiap seksi diminta memastikan tugas dan tanggung jawab masing-masing telah dipersiapkan secara matang agar pelaksanaan kegiatan tidak terkendala persoalan teknis.

“Panitia harus bekerja secara terkoordinasi. Setiap bagian harus memahami tugasnya, mulai dari penyiapan venue, teknis acara, penerimaan tamu, perlengkapan hingga pengamanan. Kami ingin seluruh kebutuhan sudah tuntas sebelum hari pelaksanaan,” katanya.

Lebih jauh, Gusti Lanang menegaskan bahwa semangat utama penyelenggaraan Barampok Maras adalah menghidupkan kembali adat istiadat dan warisan budaya Tau Tanah Samawa yang memiliki nilai sejarah, filosofi, serta kearifan lokal.

Menurutnya, adat istiadat bukan sekadar peninggalan masa lalu yang hanya dikenang melalui cerita atau seremoni. Adat merupakan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat yang harus terus dijaga, dipraktikkan, serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena itu, Barampok Maras diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dan kehidupan masyarakat modern. Melalui kegiatan ini, generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat mengenal, memahami, dan mengambil bagian dalam menjaga kebudayaan yang diwariskan para leluhur.

“Jangan sampai anak cucu kita hanya mengenal Barampok dari cerita orang tua. Mereka harus melihat, mengetahui, dan memahami bahwa kita memiliki warisan budaya yang harus dijaga. Kalau bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi? Jangan sampai adat dan tradisi Tau Tanah Samawa perlahan hilang karena kita sendiri tidak lagi memberikan ruang untuk menghidupkannya,” tegas Gusti Lanang.

Ia mengatakan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuk permainan tradisional. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga harus tetap dijaga, seperti kebersamaan, persaudaraan, gotong royong, penghormatan terhadap sesama, serta semangat menjaga hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai-nilai tersebut merupakan kekayaan budaya yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman. Justru, melalui kegiatan kebudayaan seperti Barampok Rame, nilai-nilai luhur tersebut dapat kembali diperkenalkan dan ditanamkan kepada generasi muda.

Gusti Lanang juga menekankan bahwa upaya menghidupkan tradisi harus tetap menghormati adat, norma, dan kearifan lokal masyarakat Samawa. Modernisasi dalam penyelenggaraan kegiatan diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan zaman, tetapi tidak boleh menghilangkan ruh dan identitas budaya yang menjadi dasar tradisi tersebut.

Menurut Gusti Lanang, Barampok Maras memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan tontonan dan hiburan masyarakat. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mengembalikan ruang bagi permainan rakyat agar tetap hidup di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda kebudayaan yang berkelanjutan, sehingga pelestarian tradisi tidak berhenti pada satu kali penyelenggaraan atau hanya meramaikan peringatan hari jadi daerah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, MPC Pemuda Pancasila KSB membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh budaya, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Samawa.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar upaya pelestarian Barampok dapat berjalan secara terarah, tetap berpegang pada nilai adat, serta memiliki keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Dengan persiapan venue dan kepanitiaan yang terus dimatangkan, MPC Pemuda Pancasila KSB berharap Barampok Maras pada 4 Oktober 2026 tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan kecintaan masyarakat terhadap adat istiadat dan budaya Tau Tanah Samawa.

“Tujuan kita bukan hanya menyelenggarakan acara yang ramai dan meriah. Lebih dari itu, kita ingin membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya sendiri. Barampok harus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya.

Melalui Barampok Maras, semangat Takit Ko Nene Kangila Boat Lenge (takut kepada Tuhan dan malu berbuat buruk) diharapkan senantiasa menjadi bagian dari penguatan karakter masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam kehidupan Tau Tanah Samawa.(02)