Sumbawa, Bintangtv.id – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, Kementerian Kesehatan RI, melaksanakan visitasi pengampuan pelayanan stroke dan uronefrologi di RSUD Sumbawa, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan RI dalam memperkuat transformasi sistem pelayanan kesehatan, khususnya pengembangan pelayanan rujukan yang berkualitas melalui pengampuan rumah sakit jejaring.
Pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan surat Direktur Utama RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar Nomor YR.03.03/D.XVI/51260/2026 tertanggal 11 Agustus 2026, yang ditujukan kepada Direktur RSUD Sumbawa.
Dalam kegiatan ini, RSUP Ngoerah menugaskan sejumlah tenaga kesehatan untuk mendukung penguatan pelayanan di rumah sakit jejaring wilayah Nusa Tenggara Barat.
Mereka masing-masing Dr. dr. Yenny Kandariini, Sp.PD, KGH, sebagai Ketua Tim Pengampuan Pelayanan Uronefrologi, Dr. dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, Sp.U(K), M.Kes., M.A.R.S., sebagai dokter spesialis urologi, serta Ns. I Ketut Suardana, S.Kep., sebagai perawat hemodialisis (HD).
Sementara dari RSUD Sumbawa, kegiatan tersebut dihadiri Direktur RSUD Sumbawa dr. Amega Harta, seluruh pejabat struktural dan kepala ruangan, serta dokter spesialis bedah, penyakit dalam dan saraf.
Direktur RSUD Sumbawa dr. Mega Harta, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim RSUP Ngoerah yang ditunjuk Kementerian Kesehatan untuk melaksanakan pengampuan di RSUD Sumbawa.
Menurutnya, kegiatan visitasi tersebut menjadi momentum penting bagi RSUD Sumbawa untuk meningkatkan kemandirian pelayanan stroke dan uronefrologi di daerah.
“Kehadiran tim pengampuan ini memicu layanan stroke dan uronefro agar semakin mandiri di daerah. Dalam hal pelayanan, tim juga memberikan masukan untuk meningkatkan standar layanan stroke dan uronefro,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim visitasi dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama fokus pada pelayanan stroke dengan melihat secara langsung alur pelayanan di RSUD Sumbawa, termasuk jumlah pasien stroke serta proses penanganannya.
Sementara Tim Kedua melakukan pengampuan pada layanan uronefrologi, khususnya pelayanan urologi dan hemodialisis.
Untuk pelayanan urologi, sejumlah kasus seperti batu ginjal, ureter, kandung kemih hingga gangguan sistem reproduksi pria di RSUD Sumbawa masih banyak yang harus dirujuk karena belum tersedianya dokter spesialis urologi.
Sedangkan pada pelayanan hemodialisis atau cuci darah, tim memberikan sejumlah masukan terkait pemenuhan standar pelayanan, peningkatan keterampilan sumber daya manusia melalui pelatihan, serta kebutuhan penambahan ruang pelayanan.
Hal tersebut dinilai penting mengingat jumlah pasien yang membutuhkan layanan hemodialisis di RSUD Sumbawa menunjukkan tren peningkatan.
Kegiatan pengampuan ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Kesehatan RI yang telah menetapkan sepuluh pelayanan prioritas dalam rangka transformasi pelayanan rujukan berkualitas. Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam cakupan pengampuan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.
Melalui kegiatan tersebut, RSUP Ngoerah diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, tata kelola pelayanan, standar operasional serta kemampuan rumah sakit jejaring dalam menangani kasus-kasus prioritas, sehingga masyarakat tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Berdasarkan agenda pengampuan, rangkaian kegiatan pelayanan stroke oleh RSUP Ngoerah juga mencakup RSUD Sumbawa dan RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan pengampuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 5 September 2026.
Visitasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pelayanan stroke dan uronefrologi di RSUD Sumbawa, sekaligus meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa dan wilayah sekitarnya. (01)












