KSB

Kades Tonggo Keluhkan Banjir Tahunan, Soroti Sedimentasi Sungai Diduga Dampak Aktivitas Tambang Batu Hijau

15
×

Kades Tonggo Keluhkan Banjir Tahunan, Soroti Sedimentasi Sungai Diduga Dampak Aktivitas Tambang Batu Hijau

Sebarkan artikel ini
Screenshot

Sumbawa barat|Bintangtv.id- Kepala Desa Tonggo, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Idham Halid, mengeluhkan banjir yang setiap tahun melanda wilayah desanya. Ia menduga banjir tersebut berkaitan dengan tingginya sedimentasi dan pendangkalan sungai yang dipengaruhi aktivitas di wilayah hulu, termasuk kawasan pertambangan Batu Hijau.

Keluhan itu disampaikan Idham Halid saat mengikuti Forum Yasinan pada Kamis (27/8/2026). Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap persoalan banjir dan sedimentasi sungai yang dinilai terus berulang dan berpotensi mengganggu aktivitas serta keselamatan masyarakat.

iklan

Menurut Idham, kondisi sejumlah aliran sungai dan anak sungai di wilayah Tonggo saat ini mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur dan material sedimentasi. Aliran-aliran tersebut kemudian bermuara ke sungai utama di wilayah Sejorong Tonggo.

“Tonggo itu langganan banjir karena sarat dengan aktivitas di hulu Tambang Batu Hijau. Kemudian berupa sungai kecil atau anak sungai bermuara semua ke sungai besar di Sejorong Tonggo sudah mengalami pendangkalan sedimentasi yang hebat,” ungkap Idham.

Ia mengatakan, persoalan tersebut perlu ditangani secara serius dan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan sedimentasi dan infrastruktur sungai membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah desa melalui APBDes.

Idham berharap Bupati Sumbawa Barat melalui Dinas terkait segera mengambil langkah penanganan, terutama pada titik-titik sungai yang dinilai rawan meluap ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Harapan kami pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan penanganan secara serius dan menjadi skala prioritas, karena setiap tahun banjir terjadi,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa Barat, Ir. Armayadi, S.T., M.M.Inov., mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan upaya penanganan banjir di wilayah tersebut.

Menurut Armayadi, pada tahun sebelumnya pemerintah daerah telah membangun tanggul dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Selain itu, pemerintah daerah telah memiliki Detail Engineering Design (DED) untuk penanganan Sungai Tonggo.

“Untuk Sungai Tonggo, kami sudah punya DED dan kemungkinan akan berkolaborasi dengan pihak Amman,” kata Armayadi.

Ia menjelaskan, penanganan sungai membutuhkan langkah yang terintegrasi, mengingat volume air yang mengalir ke wilayah tersebut cukup besar. Karena itu, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dalam penanganan persoalan tersebut.

“Permasalahan tersebut segera kami tangani dengan bekerja sama dengan pihak PT Amman,” ujarnya.(02)